Kesolidan PSSI Pecah setelah Pencabutan Pembekuan

Federasi Sepakbola Dunia (FIFA)

Federasi Sepakbola Dunia (FIFA)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA –  PSSI berencana menggelar Kongres Tahunan di Balikpapan, Kalimantan Timur pada 1 Juni mendatang. Namun, rencana tersebut terancam tidak berjalan mulus karena akan diboikot oleh mayoritas pemegang hak suara (voters) PSSI.


Ya, para voters yang tergabung dalam Kelompok 85 mendesak PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mencari Ketua Umum PSSI yang baru.

Seperti yang diketahui, peserta kongres tahunan adalah total 108 voters PSSI. Namun, yang menjadi masalah adalah, sudah 95 voters yang memutuskan tidak menghadiri kongres tahunan tersebut. Di antaranya adalah 15 peserta klub eks Indonesia Super League (ISL), serta perwakilan dari Divisi Utama dan Asosiasi Provinsi PSSI.

Dari total 18 peserta ISL, hanya Perseru Serui, Persipura Jayapura dan Persiba Balikpapan yang tetap mendukung status quo.

Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan mengatakan, rencana para voters melakukan boikot kongres tahunan itu bukan cara-cara elegan untuk organisasi olahraga semacam PSSI.

“Kami berharap mereka mau mengikuti mekanisme organisasi. Kalau tidak, pasti ada sanksi,” kata Hinca.

Sementara itu, sekretaris Kelompok 85, Budiman Dalimonthe menanggapi dingin sikap keras kepala para Exco PSSI tersebut. Menurut dia, cara-cara mereka untuk menghalang-halangi KLB PSSI itu hanya karena mereka tidak ingin kehilangan kekuasaan. “Tapi, desakan agar KLB digelar sudah semakin besar dengan sudah 91 voters,” jelasnya.

Dalimonthe juga mempersilahkan PSSI tetap menggelar kongres tahunan itu tanpa ada perwakilan dari voters. Sebab, kalau itu tetap berlangsung, maka sama saja dengan para Exco PSSI menggadaikan kredibilitas mereka di depan FIFA. “Kalau tidak ada peserta, apakah itu bisa dinamakan kongres. Kan tidak,” paparnya. (ben/jpg)

Loading...

loading...

Feeds