Terendam Banjir, Siswa di 4 SD Dayeuhkolot Ini Terpaksa Pindah Lokasi Ujian

Banjir merendam SDN 7 Dayeuhkolot. Foto: ist

Banjir merendam SDN 7 Dayeuhkolot. Foto: ist

POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT– Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (17/5) malam, membuat Kawasan Bandung selatan kembali terendam banjir.


Bencana banjir bukan hanya dirasakan oleh warga, para siswa yang sedang melaksanakan Ujian Sekolah (US) merasakan dampak dari genangan air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat empat SD di Dayeuhkolot terpaksa mengubah lokasi US karena sekolah terendam banjir.

Empat sekolah yang terpaksa memindahkan lokasi US adalah SDN 7 Dayeuhkolot, SDN 10 Dayeuhkolot, SDN 1 Bojongasih dan SDN 2 Bojongasih. Sekolah tersebut terendam banjir dengan ketinggian satu sampai dua meter.

Sebanyak 60 siswa dari SDN 7 dan 10 Dayeuhkolot, mengikuti US di SDN 2 Dayeuhkolot, sementara 76 siswa SDN 1 dan 2 Bojongasih lokasi US-nya dipindahkan ke SDN 14 Dayeuhkolot.

“Sebelumnya, karena tidak banjir, US masih dilakukan di sekolah sendiri. Tapi tadi air sudah menggenang, makanya lokasi US dipindah ke SDN 14,”tutur Kepala SDN 1 Bojongasih 1, Rabu (18/5).

Walaupun lokasi US dipindah, secata umum pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar. Bahkan, para siswa tidak ada yang datang terlambat ke lokasi US yang baru.

“Hanya saja, siswa yang rumahnya terendam banjir, harus melalui banjir dulu untuk sampai ke sekolah,”katanya.

Pihak sekolah kata Cucu, sudah mengantisipasi datangnya banjir sehingga sebelum US digelar, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi baik kelada peseerta maupun orang tua, jika sekolah tergenang banjir, maka lokaso US akan dipindahkan ke SDN 14 Dayeuhkolot.

Di SDN 14 Dayeuhkolot, sebelum pelaksanaan US, sudah ditempel nomor peserta dan ruangan untuk peserta US dari SDN 1 Bojongasih.

Sementara, Wakil Bupati Bandung yang meninjau pelaksanaan US di Dayeuhkolot mengatakan, walaupun pada hari ketiga ada sekolah yang terpaksa memindahkan lokasi, secara umum pelaksanaa US berjalan dengan lancar.

Tahun ini, kata Gungun sekolah yang terdampak banjir di Dayeuhkolot akan dilakukan revitalisasi.

“Bangunannya akan ditinggikan. Tahun ini sudah dianggarkan,”kata Gungun.

Revitalisasi merupakan langkah yang diambil. Walaupun bangunan sekolah masih akan tergenang jika terjadi banjir.

Menurut Gungun sebenarnya jika ingin terbebas banjir, sekolah harus dipindahkan, namun dalam untuk kasus Dayeugkolot, opsi tersebut sulit untuk terwujud.

“Memang kalau ingin aman, pindah lokasi. Tapi di Dayeuhkolot sulit mencari lahan yang sesuai, soalnya hampir semua wilayah yang terdekat masuk dalam area rendaman banjir. Makanya, opsi peninggian bangunan sekolah yang diambil. Kalau pindah ke kecamatan lain juga, orang tua siswa tidak setuju,”paparnya. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds