Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kota Bandung Lakukan Program Ini

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sebanyak 26 orang ibu di Kota Bandung pada 2015 lalu, dilaporkan meninggal saat melahirkan.Untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah meggulirkan program Quick Win.


Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara program Quick Win merupakan program pelayanan darah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

“Masalahnya bukan hanya di angka 26, tetapi mengapa seorang ibu yang tengah melaksanakan proses reproduksi harus berakhir dengan kematian,” ujar Ahyani.

Untuk melayani masyarakat, Dinkes Kota Bandung juga melaksanakan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu.

“Kami bekerja sama dengan Telkom menggunakan 022119 sebagai pusat informasi dan pusat penanggulangan gawat darurat secara terpadu sehingga mereka daapot berkomunikasi dan masyarakat dapat bertanya untuk berbagai informasi sehingga dapat menanggulangi berbagai hal dalam kondisi berbeda-beda,” terang Ahyani.

Dinkes Kota Bandung, lanjut dia, telah menempatkan pusat-pusat informasi di 37 titik, yang terdiri dari 6 titik di Puskesmas 24 jam dan sisanya tersebar di berbagai rumah sakit. Dengan sistem ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara langsung dan tersedia selama 24 jam.

Upaya sosialisasi kesehatan ibu dan bayi juga dilakukan di tingkat hulu. Ahyani mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparatur kewilayahan untuk bersama-sama bersiaga melalui penguatan di keluarga (rumah tangga) dan program RW siaga.

“Semua ibu hamil harus terdata di tingkat RW, kemudian dipilah oleh tenaga kesehatan kebutuhannya apa, kemudian persalinanannya direncanakan, kalau butuh dana sudah direncanakan,” jelas Ahyani.

Sementara terkait masalah kesehatan di Kota Bandung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerangkan bahwa sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung tidak hanya menerima pasien dari dalam kota saja tetapi juga dari seluruh wilayah Jawa Barat. Maka dari itu, ia mendorong berbagai pihak untuk mengoptimalkan fasilitas kesehatan di Kota Bandung.

“Mari para direktur rumah sakit, kita sama-sama berinovasi. Di mana ada problem kita cari solusinya yang kreatif,” ajak Ridwan Kamil.

Salah satu upaya peningkatan kesehatan yang dilakukan adalah bahwa Kota Bandung terpilih menjadi salah satu dari lima kota di dunia sebagai tempat pendirian pusat penelitian kanker.

“Jadi nanti akan ada rumah sakit kanker di Bandung. Bagian dari jaringan dunia,” ungkap Ridwan Kamil.

Terkait dengan kesehatan anak, Pemkot Bandung memiliki program OMABA, yakni Ojek Makanan Bayi yang mendapatkan penghargaan di tingkat Nasional.

“Orang-orang miskin yang pengetahuan gizinya lemah, asal ngasih makan ke anak-anak yang sedang usia tumbuh kita ambil alih. Kita masak makanan bergizi dan kita kirim ke rumah,” jelas Ridwan Kamil. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Tersangka, Rizieq Syihab Terancam 6 Tahun

Polda Metro Jaya akhirnya resmi melayangkan surat panggilan kepada Rizieq Syihab. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu dipanggil terkait kerumunan saat …

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).