Wuiih… Puluhan Pedagang Warung Dilatih Manajemen Ritel

Pelatihan manajemen ritel  bagi pedagang warung. (mildan)

Pelatihan manajemen ritel bagi pedagang warung. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, MARGAHAYU– Sebanyak 30 pedagang warung diberikan pelatihan manajemen ritel di Rumah Albi Alfamart Taman Kopo Indah III di Kecamatan Margahayu, Selasa (17/5). Kegiatan tersebut, merupakan salah satu bentuk CSR perusahaan ritel Alfamart.


Store Sales Point Manager Alfamart Bandung II, Supandi, mengatakan, tumbuh kembangnya usaha, tidak terlepas dari pengelolaan manajemen yang baik.

Para pedagang warung, kebanyakan tidak mempunyai manajemen yang baik, sehingga usahanya tidak berkembang dengan pesat.

Disisi lain, persaingan usaha ritel sangat ketat, sehingga jika tidak mempunyai manajemen yang baik, maka keberadaan warung tradisional menjadi terancam.

“Supaya warung bisa berkembang, harus mempunyai manajemen ritel, itu yang sekarang kami perkenalkan kepada para pemilik warung,” tutur Supandi, Selasa (17/5).

Salah satu materi yang diberikan, adalah pengelolaan usaha, baik dari sisi penataan barang, maupun penyetokan barang.

Dengan penataan barang dagangan, secara tidak langsung akan membuat pembeli merasa nyaman saat berbelanja.

“Dengan tata letak yang benar, bisa menarik pelanggan. Selama ini, para pemilik warung kurang begitu mengetahui tata cara pengelolaan tata letak barang, makanya kami berbagi ilmu dengan mereka saat ino,”ujarnya.

Dia mencontohkan, salah satu pengelolaan tata letak barang yang benar adalah dengan memisahkan produk makanan dengan non makanan. Begitu juga, pengelompokan barang tertentu sesuai dengan jenisnya.

Dengan cara itu, selain membuat pelanggan lebih nyaman, juga akan memudahkan dalam melakukan pencarian barang yang akan dibeli.

Selain tata letak barang, para peserta juga diberikan informasi mengenai penetapan stok barang. Para peserta diarahkan untuk menjual produk-produk yang dinilai paling diminati oleh pasar serta diarahkan untuk menyediakan produk pelengkap yang dapat mendorong penjualan.

“Kebersihan juga harus dijaga dengan baik, karena saat ini konsumen sangat memperhatikan kebersihan, baik itu tempat berjualan, maupun produk yang dijual. Kualitas barang juga harus diutamakan,”paparnya.

Dengan pengelolaan yang baik, maka dengan sendirinya warung tradisional akan bisa bertahan.

Lebih lanjut Supandi mengatakan, melalui pelatihan manajemen ritel tersebut, dapat menumbuhkan spirit para pedagang tradisional untuk mengelola usahanya melalui perbaikan pola usaha sehingga dapat berkembang lebih baik.

Seorang peserta asal Kecamatan Margaasih, Nunung (33), mengatakan ini kali keduanya dia mengikuti kegiatan serupa dari Alfamart. Nunung mengatakan kegiatan ini sangat membantunya meningkatkan omzet penjualan di warungnya.

“Jadi tahu juga bagaimana menata barang dan supaya jangan sampai barang kedaluwarsa tidak terpantau. Penampilan warung juga sangat diutamakan. Apalagi mengenai barang mana saja yang cepat terjual, mana yang sulit terjual. Semua harua diatur,” katanya.

Nunung mengatakan tidak merasa bersaing dengan Alfamart saat menjalani usahanya. Bahkan, katanya, dia sering memesan sejumlah barang seperti minyak goreng dan rokok dari Alfamart. Bahkan, sampai diantar ke warungnya gratis. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …