Puluhan Bangunan Liar di Cililin KBB Diacak-acak Satpol PP

bangunan liar diratakan bechoe di Cililin. (habibie)

bangunan liar diratakan bechoe di Cililin. (habibie)

POJOKBANDUNG.com, CILILIN–Sebanyak 31 bangunan liar di alun-alun Cililin dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat, Senin siang (16/5). Sejumlah bangunan liar milik pedagang tersebut dibongkar selain karena tidak memiliki izin, juga berjualan di areal yang akan mendapatkan penataan dari Pemerintah Bandung Barat.


31 bangunan liar tersebut terdiri dari 21 bangunan permanen dan 10 bangunan non permanen dari total 54 bangunan liar yang di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan hingga saat ini Satpol PP KBB sudah membersihkan sebanyak 126 bangunan liar dari Kecamatan Cohamoelas hingga Cililin.

Kepala Satpol PP KBB Rini Sartika mengatakan, bahwa pihaknya sudah menempuh prosedur untuk membongkar bangunan liar, mulai dari sosialisasi, mediasi, surat peringatan (SP), hingga memberikan tenggat waktu bagi pemilik untuk membongkar bangunannya.

“Kita sudah sosialisasi kepada pedagang kaki lima dari jauh-jauh hari, juga memberikan SP satu sampai tiga, dan tadi kita juga masih memberi kesempatan hingga jam 12 siang hari bagi pedagang yang masih ingin membongkar sendiri, tetapi setelah itu kita langsung bongkar dengan alat berat,” tutur Rini kepada wartawan di Cililin, kemarin.

Rini pun mengatakan, dalam penggusuran tersebut pihaknya menurunkan dua kendaraan berat berupa loader dan dump truk. Sedangkan untuk personil sendiri, Rini menuturkan bahwa dalam operasi gabungan ini, sebanyak 50 anggota Satpol PP KBB diturunkan bekerja sama dengan TNI dan Polri, Dinas terkait dan juga linmas dari desa dan kecamatan Cililin. “Untuk personil gabungan total kita mencapai 120 orang yang ikut dalam oprasi tadi,” ujarnya.

Lanjutnya Rini mengungkapkan, dari pedagang sendiri sudah banyak yang mengkosongkan bangunannya karena tau akan terjadi pembongkaran. “Sebagian pedagang sudah mengkosongkan tenpatnya, tapi masih ada juga yang bertahan, dan mempertanyakan kenapa harus di bobgkar,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, apabila masih ada pedagang yang ‘bandel’ atau tetap berjualan di tenpat tersebut, pihaknya akan segera kembali membongkar bangunan tersebut.

“Kalau ada yang bangun lagi pasti akan kita bongkar kembali, dan untuk sementara bagi bangunan liar di tempat lainnya kita akan tetap memonitor dan melihat izinnya tentu ada prosedur ya apabila ingin membongkar bangunan liar,” ungkapnya.

Menurutnya, bahwa pihaknya tidak dapat memberikan solusi relokasi bagi para pedagang. Pihaknya hanya melakukan tugas penertiban sejumlah bangunan liar yang berdiri di atas fasilitas publik.

“Ada sekitar 54 pedagang di wilayah tersebut. Kalau untuk berunding juga, terkait solusi relokasi tidak ada dari saya. Kalau untuk membuka forum saya hanya akan menyaksikan sosialisasi saja. Terkait relokasi atau lainnya itu bukan kapasitas saya,” tutur Rini kepada wartawan melalui telepon seluler, beberapa waktu lalu.

Menurut Rini, para pedagang sudah mengerti kesalahannya berbulan di atas tanah milik negara dan menggunakan fasilitas publik. Terlebih di kawasan alun-alun tersebut nantinya akan dibangun taman katanya.

“Mereka mendirikan bangunan atas kehendak sendiri dan tahu itu bukan tempatnya, sudah saatnya fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat banyak, bukan buat segelintir orang saja (pedagang). Terlebih nantinya akan ada program penataan alun-alun Cililin,” tutur dia.

Menurutnya program tersebut seharusnya dikerjakan sejak 2015, namun dikarenakan masih banyak program prioritas pemerintah lainya akhirnya, penataan baru dimulai 2016 katanya. Selain alun-alun Cililin, pihaknya juga fokus pada penertiban bangunan liar di sepanjang jalan Cihampelas.

Seperti diketahui bahwa, Penataan Alun-alun Cililin Kabupaten Bandung Barat menjadi ruang terbuka hijau memerlukan waktu cukup lama, paling cepat dua tahun dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Penataan alun-alun dengan perbaikan fisik tersebut akan dimulai di Mei bulan depan tahun 2016. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …