PDAM Kota Bandung Siap Bangun Reservoar dan Danau Buatan

Dirut PDAM Kota Bandung saat melakukan pemutusan sambungan pipa pelanggan yang melanggar.

Dirut PDAM Kota Bandung saat melakukan pemutusan sambungan pipa pelanggan yang melanggar.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Setelah beberapa kali blusukan ke warga, Perusahaan Daerah (PDAM) Tirtawening Kota Bandung kini mematangkan program jangka panjang dan jangka pendek untuk melayani masyarakat.


“Untuk jangka panjangnya selain akan membangun reservoar dan danau buatan di kawasan Bandung Timur, kita juga akan mendapat bantuan dari Pemprov,” ujar Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi, kepada wartawan, Minggu (15/5).‎

Pemprov Jabar memiliki BUMD namanya PT Tirta Jabar. Mereka membangun instalasi dengan kapasitas 400 liter per detik.

Menurut Sonny, dari kapasitas ini, akan dijual ke Kota Bandung sebanyak 200 liter per detik. Namun untuk itu PDAM harus membangun transmisi untuk menyambungkan air ke pelanggan.

“Transmisi yang dibangun PT Tirta Jabar sudah mendekati perbatasan Kota Bandung. Kita harus segera membangun sisanya, agar bisa sampai ke warga,” ujar Sonny.

Pembangunan ini, lanjut Sonny, membutuhkan biaya sekitar Rp50,5 miliar. Sonny berharap Pemkot Bandung bisa memberikan penyertaan modal, di APBD Perubahan tahun ini.

“Ya mudah-mudahan Pemkot bisa cepat-cepat memberikan penyertaan modal kepada kami,” terangnya.

Instalasi PT Tirta Jabar ini, mengambil air dari Sukamaju, dan direncanakan untuk melayani pelanggan di Blok Tegalega, yang meliputi, Kawasan Buahbatu, Mohamad Toha dan Kopo.
Menurut Sonny, dengan adanya bantuan debet air ini, bisa menambah durasi layanan ke pelanggan lama, bahkan menambah pelanggan baru di Blok Tegalega.

“Kira-kira bisa menambah pelanggan baru sebanyak 20 ribu pelanggan. Sementara jumlah pelanggan di kawasan Blok Tegalega kali ini, sebanyak 20 ribu-25 ribu pelanggan,” terangnya.

Pembangunan transmisi ini, lanjut Sonny, diperkirakan selesai dalam jangka waktu dua tahun.
“Tapi pelayanan ke pelanggan, tidak harus menunggu semua selsai. Melainkan bisa sebagian-sebagian disesuaikan dengan penyelesaian pekerjaan,” paparnya.

Dengan bertambahnya debit air ini, diharapkan pelanggan PDAM bisa terlayani dengan maksimal. Sehingga keluhan pelanggan sedikit demi sedikit pisa diatasi.

“Sebenarnya, pelanggan sudah cukup mengerti dengan kondisi kami. Karena kami menyampaikan langsung bagaimana kondisi dan kesulitan kami dalam melayani masyarakat,” terangnya.

Komitmen PDAM dalam jangka waktu dekat ini, adalah memberikan kejelasan kepada pelanggan mengenai waktu air yang mengalir ke rumah mereka.

“Jadi dalam jangka waktu dua sampai tiga bulan ke depan, kita akan atur jadwal air mengalir ke masyarakat,” katanya.

Sementara untuk masyarakat yang membutuhkan air di liar jadwal air mengalir, bisa memesan air tanki, dengan harga Rp150 ribu per tangki. Dengan kapasitas tangki lima liter.

“Lebih baik jika yang membutuhkan air di wilayah tersebut, bukan hanya satu rumah saja. Jadi harga beli air tanki nya juga tidak terllau mahal,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds