Wagub Minta Kebun Binatang Bandung Jangan Ditutup, Ini Alasannya

Pemeriksaan Hewan Kebun Binatang Bandung pasca matinya Yani, gajah penghuni Bonbin.(Khairizal Maris)

Pemeriksaan Hewan Kebun Binatang Bandung pasca matinya Yani, gajah penghuni Bonbin.(Khairizal Maris)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta adanya upaya dalam menyelamatkan Kebun Binatang Bandung. Keberadaan tempat wisata tersebut harus dipertahankan karena masih dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan Deddy saat dimintai komentar terkait ajakan pemboikotan terhadap Kebun Binatang Bandung. Seperti diketahui, ajakan boikot ini disampaikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyusul tewasnya seekor gajah salah satu hewan koleksi kebun binatang tersebut.

“Ya gajahnya kan sudah mati. Ya tinggal diperbaiki pengelolaan kebon binatangnya saja. Kehadirannya kan diperlukan di Kota
Bandung,” kata Deddy di Gedung Sate, Bandung, Jumat (13/5).

Deddy menyebut, pemerintah bisa saja memberikan bantuan keuangan kepada kebun binatang tersebut. Sebab, persoalan keuangan menjadi penyebab utama tidak terawatnya sarana hiburan tersebut.

“Tetapi celah aturannya di mana untuk bisa membantu. Jangan sampai melanggar. Barangkali ada modal lain yang bisa
mempertahankan,” katanya.

Deddy tidak sependapat jika harga tiket masuk Kebun Binatang Bandung dianggap kemahalan. Harga Rp 20 ribu merupakan angka yang tidak mahal untuk mendapatkan hiburan aneka satwa.

“Tapi kalau pun mahal, orang tetap datang, karena orang butuh,” katanya. Lebih lanjut Deddy katakan, seharusnya jumlah kebun binatang di Jabar ditambah jumlahnya.

Deddy menyontohkan, kebun binatang bisa saja dibangun di Kabupaten Kuningan. Daerah tersebut dianggap cocok memiliki kebun binatang untuk melengkapi keberadaan Kebun Raya Kuningan.

“Jadi bukan kebun binatang tandingan, tapi tambah lagi kalau perlu. Seperti di Kuningan, kebun raya plus kebon bintang. Luas lahan di sana 120 hektare. Karena di pantura tidak ada sama sekali kebun binatang,” katanya.

Menurutnya, kebun binatang di Kuningan bisa direalisasikan karena lahannya sudah tersedia. “Tanahnya sudah ada, binatang tidak perlu beli, asosisasi bisa membantu, sitaan juga bisa,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …