Ini Pengakuan Anggota Geng Motor yang Tusuk Petinggi Brigez Bandung Timur

Ekspose penangkapan geng motor pembunuh petinggi Brigez oleh Polsek Ciluenyi. (mildan)

Ekspose penangkapan geng motor pembunuh petinggi Brigez oleh Polsek Ciluenyi. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, CILEUNYI–Salah seorang tersangka anggota geng motor , yakni ZN mengaku mempunyai dendam terhadap AS alias Deden Mees selaku petinggi OKP Brigez wilayah Bandung Timur. AS tewas ditusuk dalam insiden penyerangan oleh para tersangka geng motor di kawasan Cileunyi, Bandung Timur, Minggu (8/5) lalu.


Sehingga ketika berandal motor tempatnya bernaung melakukan perekrutan anggota baru, dia membawa teman-temannya termasuk anggota baru untukbmenyerang masrkas OKP Brigez Bandung Timur.

“Korban (AS) pernah datang ke rumah dan menodongkan pisau ke leher ibu saya, setahun yang lalu,” ungkap ZN.

ZN mengaku, dia merencanakan penyerangan terhadap markas OKP Brigez Bandung Timur tersebut, karena mengetahui jika AS ada di tempat kejadian. (Mld)

Tujuh anggota geng motor ditangkap Unit Reskrim Polsek Cileunyi setelah melakukan pembunuhan terhadap Ketua OKP Brigez Bandung Timur, Deden Mees.

Wakapolres Bandung, Kompol Agung Reza, didampingi Kapolsek Cileunyi, Kompol Edi Suwandi dan Kasatreskrim Polres Bandung AKP Wisnu Perdana mengatakan, kasus tersebut terjadi pada minggu (8/5) lalu. Saat itu geng motor melakukan penyerangan terhadap markas OKP Brigez Bandung Timur.

“Awalnya satu kelompok berandal motor melakukan perekrutan anggota baru di Batukuda Gunung Manglayang, sepulang dari situ mereka mendatangi markas OKP Brigez di Kampung Cibangkonol,” tutur Reza, Jumat (13/5).

Geng motor tersebut, menyerang markas OKP Brigez Bandung Timur. Perkelahian diantara kedua kelompok tidak dapat dielakkan.

Akibatnya, enam orang anggota OKP Brigez mengalami luka, satu diantaranya atas nama AS alias Deden Mees yang merupakan Ketua OKP Brigez Bandung timur tewas di tempat dengan enam luka tusukan di badannya.

“Kami berhasil menangkap tujuh pelaku utamanya, yakni zn,yk,bh,is,as, dua pelaku dibawah umur yaitu LK dan MR,” ungkapnya.

Para pelaku ditangkap di beberapa daerah, sepeti Manisi Kecamatan Cibiru, Cinunuk dan Pandeglang Banten.

“Pelaku utama atas nama ZN sempat kabur ke Pandeglang, tapi berhasil kami kejar dan berhasil menangkapnya,”ujarnya.

Saat ini, polisi masih memburu empat orang lainnya, yang telah membantu ZN melarikan diri.(mildan)

Loading...

loading...

Feeds