Gajahnya Mati, Kebun Binatang Bandung Harus Diaudit Pengelolaannya

Kondisi gajah Yani di Kebun Binatang Bandung memprihatinkan, karena ketiadaan dokter hewan. (ramdhani)

Kondisi gajah Yani di Kebun Binatang Bandung memprihatinkan, karena ketiadaan dokter hewan. (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kematian Yani, gajah Sumatera di Kebun Binatang Bandung menuai sorotan berbagai kalangan. Termasuk DPRD Kota Bandung yang mengagendakan kondisi memprihatinkan Kebun Binatang Bandung dalam rapat pembahasan di komisi A DPRD Kota Bandung.


Bahkan, Walikota Bandung Ridwan Kamil sudah menyampaikan peringatan agar kebun binatang Bandung diboikot. Kampanye boikot ini sebagai desakan terhadap Yayasan Margasatwa Tamansari sebagai pengelola kebun binatang agar sadar dan mau duduk bersama untuk mencari solusi.

“Karena selama ini mereka dinasehati dan diberikan masukan tidak mau bergeming. Pemkot Bandung dari dulu mau duduk bersama mencari solusi,” ujar Ridwan Kamil di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (12/5).

Tak cukup di situ, Ridwan Kamil juga berusaha agar kebun binatang itu bisa diaudit kelayakan pengelolaannya

“Saya sudah mengirim surat pada pemberi izin yaitu Kementrian LHK agar bisa dilakukan audit,” kata Ridwan Kamil.

Mengenai kemungkinan pengambilalihan oleh Pemerintah Kota Bandung, Emil menyampaikan bahwa hal itu harus dibicarakan dengan DPRD Kota Bandung. Dia berharap kasus kematian gajah ini bisa membuka lebih banyak fakta ketidakberesan pengelolaan kebun binatang Bandung sehingga pihak pengelola mau terbuka dan memperbaiki segala kekurangannya. (rm)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …