Dedi Mulyadi: Munaslub Bukan Sekadar Memilih

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golongan Karya yang salah satu agendanya memilih ketua umum diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan azas Pancasila ke dalam tubuh partai tersebut. Sebab, belakangan ini, hampir seluruh partai dinilai telah melupakan Pancasila meski mengaku berazaskan paham itu.


Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini banyak politisi yang tidak memperjuangkan landasan konstitusi Pancasila. Padahal, Indonesia sudah sangat jelas merupakan negara berazaskan Pancasila.

Dedi menyebut, para politisi dan penyelenggara negara hanya menjalankan sila ke-empat saja, sedangkan empat sila lainnya tidak dijadikan pegangan dalam kehidupan bernegara. “Sebagai contoh, gotong royong. Di mana gotong royong itu? Apa hukumannya bagi mereka yang tidak gotong royong? Apa hadiahnya bagi yang rajin bergotong royong? Tidak ada,” kata Dedi saat menggelar rapat koordinasi Partai Golkar, di Bandung, kemarin.

Selain itu, tambah Dedi, sila keadilan sosial pun sudah dilupakan politisi terutama yang menjadi penyelenggara negara. Sebab, menurutnya, saat ini keadilan belum terlihat dalam kehidupan masyarakat.

“Ada enggak yang mengatur hak-hak perorangan, kelompok. Apa sih mengenai sekolah 12 tahun? Ada enggak negara membangun sekolah 12 tahun. Jumlah SMP dengan SMA jomplang,” katanya.

Dedi pun mengakui, saat ini politisi Golkar lupa akan kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara. Oleh karena itu, dirinya berharap pelaksanaan munaslub ini menjadi momentum untuk mengembalikan Pancasila sebagai rujukan utama dalam kehidupan bernegara.

“Kami, Golkar Jabar, akan terus menerus mengingatkan. Munaslub bukan hanya untuk memilih figur. Tapi untuk mengingatkan bahwa Golkar harus kembali ke cita-cita dasar sebagai partai berideologi Pancasila. Jangan hanya mengaku-ngaku Pancasila,” katanya.

Dedi pun berharap, seluruh pemegang suara pada munaslub yang akan digelar di Bali ini tidak asal dalam memilih ketua umum. “Kalau soal memilih, secara teknis itu mudah dilakukan siapa pun. Tapi Golkar Jabar ingin mengingatkan ke seluruh DPD se-Indonesia, harus mengawal dan berpegang teguh pada cita-cita dan doktrin kekaryaan. Menjadikan Pancasila sebagai landasan ideologi,” bebernya.

Lebih lanjut Dedi katakan, saat ini bermunculan kembali paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Hal ini terjadi karena ideologi Pancasila sudah dilupakan oleh hampir seluruh elemen negeri ini.

“Maka dari itu, saya berharap Golkar bisa mengambil peran untuk kembali ke Pancasila. Kembali pada partai tengah, yang tidak berhaluan kanan dan kiri.
Kembali ke partai gagasan, ideologi Pancasila,” bebernya seraya menyebut Golkar Jabar akan memulai untuk mengembalikan sikap Golkar ke Pancasila. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Jamin Data Pelanggan Tetap Aman

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan manfaat teknologi secara menyeluruh untuk …

Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Nurhasanah. Wanita yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon ini dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7) …