Tak Punya Dokter Hewan, Begini Kondisi Kebon Binatang Bandung

Kondisi gajah Yani di Kebun Binatang Bandung memprihatinkan, karena ketiadaan dokter hewan. (ramdhani)

Kondisi gajah Yani di Kebun Binatang Bandung memprihatinkan, karena ketiadaan dokter hewan. (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kabar tak sedap berhembus dari Kebon Binatang (Bonbin) Bandung. Kini kondisi Kebon Binatang yang terletak di kawasan Jalan Taman Sari, dekat Kampus ITB itu, mengkhawatirkan. Menurut keterangan humasnya, saat ini Kebon Binatang Bandung tidak punya dokter hewan.


“Pertama bahwa dalam kondisi seperti ini memang kami akui, kurang lebih hampir satu tahun dokter tetap ini mengundurkan diri. Kami tidak bisa memaksa untuk menahan mereka. Hak mereka kan,‎” ujar Humas Bonbin Bandung, Sudaryo, kepada wartawan, Rabu (11/5).

Sudaryo mengatakan, tidak mudah mencari dokter hewan sekarang. Karena, hewan yang dihadapi adalah hewan liar.

Berdasarkan informasi dari persatuan dokter hewan, Sudaryo mengatakan, tidak boleh sembarang dokter menangani hewan liar. ‎

“Kami bukan tidak mencari dokter hewan, tapi memang sekarang sulit mencari dokter hewan,” terangnya. ‎

Terhadap banyaknya keluhan masyarakat yang memprotes keadaan bonbin sekarang, Sudaryo tidak menyangkal kondisi tersebut.

“Ya kalau kita membantah juga buat apa. Ini kan ruang publik, pasti kelihatan,” ‎terangnya.

Sedangkan khusus untuk kondisi gajah yang sekarang sakit, lanjut Sudaryo, sebenarnya pihaknya sudah mentraining dua pawang di Solo, bersama pawang se Indonesia.‎

“Mereka sudah mendapat training dari ahli gajah yang berasal dari lampung,” katanya.

Training yang diberikan, meningkatkan keahlian gajah, terutama gajah tunggang. Karena, gajah tunggang ini dibawa dari Lampung sejak usia 12 tahun.

“Sebenarnya, para gajah itu sudah dilatih sejak masih di Lampung. Tapi, kan kalau dilatih lagi, misalnya anak-anak yang mau naik gajah tidak usah menggunakan tangga sebagai alat bantu,” paparnya. ‎

Jumlah Gajah di Bonbin Bandung ada empat ekor dan semuanya Gajah Lampung. Sudaryo mengatakan, berdasarkan pengalamannya, kasus gajah sakit baru terjadi sekarang.

“Saya kan baru di sini dua tahun, saya tidak tahu sebelumnya ada atau tidak. Jadi ya jangan dibesar-besarkan,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds