Berambisi Jadi Ketum PSSI? Begini Jawaban Umuh

Manajer Persib Umuh Muchtar

Manajer Persib Umuh Muchtar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Pencabutan SK pembekuan PSSI yang telah dilakukan Kemenpora membuat keinginan voter menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) bakal diganggu. Untuk itu klub yang meminta KLB diharapkan tetap pada pendiriannya.


Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar saat dihubungi, Rabu (11/5) menegaskan dirinya memang bukan motor dari gerakan ini. Semua berawal dari keprihatinan klub, yang melihat PSSI vakum dan ketuanya menjadi tersangka kasus hukum. “Saya harap klub-klub tetap kompak dan satu suara,” kata Umuh.

Dia menyebutkan bahwa seluruh klub memang sepakat dan memiliki visi sama untuk memperbaiki kondisi PSSI yang tak maju-maju. Karena itu, saat Umuh disinggung tentang ambisi untuk menjadi ketua umum, dia langsung menampik.

“Bukan inisiatif saya yang gerak, tapi semua pihak ada keinginan, dan itu ditampung. Kalau untuk menjadi itu (ketua umum PSSI), saya tidak ada keinginan sedikitpun, tidak ambisi, dan tidak mungkin itu,” tuturnya.

Sebelumnya, KLB PSSI santer, menyusul penetapan tersangka La Nyalla Mattalitti. Salah satu sosok yang cukup kencang menyuarakan KLB adalah Umuh Muchtar. Umuh memimpin 85 klub voters yang ingin diadakannya kongres demi sepakbola Indonesia yang lebih baik dengan menemui Sekjen PSSI beberapa waktu lalu.

Dengan aksinya itu, Umuh pun banyak mendapat dukungan supaya maju sebagai ketua PSSI berikutnya. Meski begitu Umuh mengaku tak memburu posisi strategis itu karena dia tak punya hasrat ke sana.

Umuh mengaku lebih baik dia fokus bersama Persib yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen ISC A 2016. Jika diminta pun pria berusia 67 tahun itu ingin lebih fokus membenahi wasit di Indonesia.

Pria yang identik dengan kumis tebal serta topi koboynya itu menjadi motor pergerakan tim 85 yang menyuarakan KLB. Bahkan Umuh menyebut jumlah voters yang ingin digelarnya pemilihan ketua umum baru terus bertambah melebihi angka 85.

Kabarnya klub-klub kasta tertinggi di tanah air seperti Arema Cronus dan Bali United pun sudah merapatkan barisan demi kondisi sepakbola nasional yang lebih baik. Umuh menyebut jika KLB baru bisa digelar jika pembekuan PSSI dicabut Menpora.

Nah, sekarang Imam Nahrawi pun telah menandatangani SK pencabutan pembekuan dan itu artinya KLB tak lama lagi sudah bisa digelar.

Umuh bersedia jika Bandung ditunjuk menjadi tuan rumah meski dia tidak mempersoalkan jika kota lain yang terpilih. “Insya Allah di Bandung, tapi tidak ada masalah lah mau dimana juga,” katanya. (dkk/jpnn/ca)

 

 

Loading...

loading...

Feeds