Bangun Kembali Infrastruktur Sekitar Jatigede, Fraksi Golkar Diminta Lebih Berperan

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah dituntut lebih serius dalam memerhatikan nasib warga yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang. Selain harus memenuhi kewajiban kepada warga yang tergusur, pemerintah pun harus segera membuka kembali akses jalan penghubung Sumedang-Wado-Garut yang saat ini terputus akibat tergenang air dari bendungan tersebut.


Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jabar yang juga Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, hampir semua pembangunan proyek raksasa di Tanah Air menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar. “Pembangunan proyek raksasa di suatu wilayah sering menimbulkan pilu bagi warga sekitar. Tergusur, terasingkan, terisolasi,” kata Dedi di Gedung DPD Golkar Jabar, Bandung, Rabu (11/5).

Hal ini cukup disayangkan karena seharusnya mereka pun ikut merasakan manfaat pembangunan tersebut. Sehingga, Dedi berharap pemerintah provinsi dan pusat bisa secepat mungkin membuka kembali jalan yang terputus.

Terlebih, akses jalan yang harus dibuka kembali tidak terlalu panjang yakni mencapai sekitar 800 meter. “Itu hal mudah kalau punya keinginan. Keuangan cukup untuk menyelesaikan itu semua, di (APBD) perubahan (2016) dan 2017,” kata Dedi.

Selain itu, pemerintah pun harus memikirkan kehidupan warga yang tergusur Waduk Jatigede. Menurut Dedi, hal ini penting karena warga akan mengalami perubahan pola kehidupan dari pertanian ke bidang lain seperti pertanian.

“Itu harus diimbangi modal kerja yang cukup, modal teknologi yang cukup,” katanya. Oleh karena itu, Dedi meminta Fraksi Golkar di DPRD Jabar bekerja lebih baik lagi dalam memperjuangkan nasib warga yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede.

Menurutnya, fraksi terbesar kedua di DPRD Jabar ini harus jadi penggerak untuk mendorong agar pemerintah segera memenuhi hak-hak warga yang terdampak pembangunan tersebut. “Fraksi harus mendorong agar ada anggaran untuk infrastruktur publik,” katanya.

Tidak hanya itu, Dedi pun meminta Fraksi Golkar terjun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi warga dan kebutuhan apa saja yang harus segera dipenuhi pemerintah sebagai kompensasi pembangunan tersebut. “Fokus berapa warga yang tergusur, fraksi harus mengidentifikasi. Berapa kebutuhan modal. Sehingga Fraksi Golkar harus memperjuangkan seluruh kebutuhan publik masyarakat Jatigede,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, pihaknya siap mengikuti instruksi Dedi tersebut. Yod pun sependapat bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan Waduk Jatigede harus segera dibangun.

“Kalau arealnya dipergunakan, maka harus secara serius dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat. Sehingga masyarakat tidak kehilangan pelayanan publik,” kata Yod.

Yod pun membenarkan, proyek pembangunan besar sering menyisakan persoalan sosial bagi warga sekitar. Oleh karena itu, Yod mengaku akan meminta Pemprov Jabar dan pemerintah pusat agar segera memenuhi hak-hak warga yang terkena dampak.

Selain membangun kembali infrastruktur yang diperlukan, pemerintah pun harus memikirkan mata pencaharian mereka. “Biasanya terjadi kehilangan kesempatan kerja. Yang biasanya peternak, tani, perkebunan, kalau asetnya digunakan untuk pembangunan, maka dia kehilangan mata pencaharian,” katanya.

Pemerintah harus membimbing warga agar mampu memanfaatkan keberadaan Waduk Jatigede sebagai sumber penghasilan. “Harus memberi keterampilan ke masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Kalau potensinya perikanan, beri keterampilan perikanan. Kalau obyek wisata, beri keterampilan mengelola pariwisata,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Jamin Data Pelanggan Tetap Aman

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan manfaat teknologi secara menyeluruh untuk …

Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Nurhasanah. Wanita yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon ini dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7) …