Waspada, Petugas Sensus Palsu Berkeliaran di Jabar, Incar Korbannya

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta masyarakat agar hati-hati dan waspada terhadap upaya upaya dan aksi penipuan yang dilakukan orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai petugas sensus ekonomi. Menurut Deddy, saat ini modus kejahatan berkedok sensus ekonomi sudah terjadi di sejumlah daerah dan memakan sejumlah korban.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan serupa yang terjadi di wilayah Jabar. “Masyarakat harus hati-hati karena sudah terungkap ada modus kejahatan berkedok petugas sensus ekonomi. Ternyata mau merampok,” kata Deddy di Bandung, Selasa (10/5).

Menurut Deddy, saat ini hampir segala sesuatu termasuk program pemerintah seringkali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk modus kejahatan. Tak terkecuali program sensus ekonomi yang saat ini sedang berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, jika ada orang yang mengaku petugas sensus ekonomi datang ke rumah atau ke tempat usaha masyarakat, Deddy meminta agar tidak mudah percaya. Petugas sensus ekonomi yang ditugaskan pemerintah selalu dan dipastikan dilengkapi dengan tanda pengenal serta menggunakan seragam khusus sensus ekonomi serta memakai topi.

“Bila ada yang mencurigakan mengaku-ngaku sebagai petugas sensus hati-hati, jangan mudah percaya. Pokoknya masyarakat harus hati-hati,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Bachdi Ruswana. Dia mengakui adanya beberapa laporan kasus penipuan di sejumlah daerah yang mengatasnamakan petugas sensus ekonomi.

Namun, pihaknya belum menerima laporan penipuan yang terjadi di Jabar. “Masyarakat harus hati-hati dengan modus penipuan petugas sensus,” katanya.

Menurut dia, laporan-laporan penipuan tersebut bisa jadi hanya merupakan bentuk kampanye hitam untuk menghambat pelaksanaan program sensus ekonomi yang saat ini tengah berlangsung serentak di Indonesia. Dengan jumlah petugas sensus yang mencapai 6.900 orang, menurut agak sulit untuk mengawasi seluruh petugas sensus.

Terlebih, mayoritas dari mereka bukanlah pegawai BPS, melainkan para tenaga kecamatan, mahasiswa, dan para relawan. Dia pun memberikan gambaran mengenai ciri-ciri petugas sensus resmi.

“Petugas sensus resmi selalu dilengkapi identitas, pakai seragam, bawa surat tugas resmi,” katanya. Selain itu, lanjut Bachdi, masyarakat pun diminta untuk tidak mengisi formulir jika orang yang mengaku petugas sensus ekonomi itu meminta orang yang disensus untuk mengisi formulir.

Apalagi jika dimintai uang dengan alasan biaya sensus. “Sebab tidak ada mengisi formulir segala. Hanya wawancara. Nanti ditanya mengenai usaha. ‘Door to door’ memang. Tiap tempat usaha didatangi. Yang sudah disensus nanti ditempeli stiker,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds