Pancasila Ideologi Final di Indonesia

.
POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dalam pengarahannya Komandan Sesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, menyampaikan tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini, cukup memprihatinkan dengan maraknya informasi kegiatan yang berkembang mengarah kepada disintegrasi bangsa.


Perlu diingat bahwa sejarah berdirinya bangsa ini, melalui proses yang panjang. Dalam sejarah kejayaan sejak zaman kerajaan Sriwijaya di Palembang, kerajaan Mataram, Kutai di Kalimantan dan kerajaan Majapahit di Jawa semua hancur akibat krisis kepemimpinan dan perebutan kekuasaan yang saat ini dikatakan beliau sebagai kenangan masa lalu.

Kemudian dalam sejarah bangsa Indonesia yang dimulai dengan gerakan pemuda yang dipelopori oleh Budi Utomo tahun 1908. Dalam kurun waktu 20 tahun para pemuda bangkit dengan tekad yang kuat untuk bersatu padu yang akhirnya membuat kesepakatan yang kita kenal dengan Sumpah Pemuda tahun 1928. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan oleh para pemuda dapat tercapai dengan waktu 17 tahun, dengan memproklamasikan 17 Agustus 1945, oleh Ir. Sukarno dan kawan-kawan dengan ideologi Pancasila. Jadi mencuplik pernyataan Menhan Jenderal (Purn) TNI Riyamizard Riyacudu, Komandan Sesko TNI mengatakan bahwa “Pancasila merupakan ideologi yang sudah final di Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Pancasila merupakan inti dan roh bangsa Indonesia yang tidak dapat diganti dengan ideologi lannya. Apabila ada maka berhadapan dengan TNI. keprihatinan Komandan Sesko TNI terhadap maraknya aksi radikal dari pihak organisasi terlarang, yang tidak boleh ada di Indonesia yaitu PKI. Hal ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi dengan memberikan penjelasan kepada para generasi muda dengan benar. Karena mereka umumnya lahir pada era baru, yang belum mengetahui latar belakang yang sebenarnya tentang adanya PKI di Indonesia yang sudah melakukan aksi mulai tahun 1948 di Madiun. PKI melakukan pembunuhan kepada masyarakat sipil yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh agama bahkan pada puncaknya tahun1965 membunuh para Jenderal yang merupakan pahlawan revolusi, dimana jenazahnya dimasukan ke dalam lubang sumur yang berada di daerah Lubang Buaya Jakarta.

Untuk itu komandan Sesko TNI meminta kepada seluruh organik dan keluarga, mewaspadai terhadap pengaruh gerakan terlarang dari PKI yang ingin merubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunuis.
Lebih lanjut beliau sampaikan bahwa 5 sila di dalam Pancasila merupakan dasar kehidupan bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita dan tujuan negara Indonesia. Diingatkan negara Indonesia yang berada di garis khatulistiwa atau negara equator akan menjadi sasaran bagi negara-negara non equator. Apalagi adanya masyarakat ekonomi Asia (MEA) dan globalisasi merupakan tantangan kedepan yang saat ini kita hadapi.

Sebelum mengakhiri pengarahannya komandan Sesko TNI perkembangan media sosial yang saat ini banyak menayangkan hal-hal yang kalau kita tidak menyimak dengan seksama, dapat menimbulkan presiden buruk bagi perkembangan generasi yang akan datang. Banyaknya peristiwa tindakan kriminal, baik pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya yang dilakukan oleh anak dibawah umur. maka lakukan sosialisasi yang dimulai dari lingkungan keluarga, dengan mengedepankan pendekatan agama dan peraturan hukum, sehingga bangsa Indonesia kedepan mampu menjadi negara besar. (pustaka sesko TNI)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …