Dewan Dorong Tingkatkan Pengamanan Aset Jabar

gedung DPRD Jabar

gedung DPRD Jabar

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–DPRD Jawa Barat mendorong upaya pengamanan aset yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini penting karena persoalan aset ini menjadi catatan penting yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan.

BPK meminta agar penataan aset dilakukan lebih baik lagi, terutama mengenai sistem pengelolaan aset daerah yang terkait inventarisasi aset dan sertifikasi. Anggota Komisi I DPRD Jabar, Yusuf Puadz, mengatakan, pihaknya bersikap tegas agar penataan aset ini bisa lebih maksimal.

Sebagai contoh, dewan bersikap tegas terhadap sejumlah pihak yang memanfaatkan lahan milik pemprov. “Ini penting untuk penegakkan hukum dan menjaga wibawa pemprov,” kata Yusuf di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Selasa (10/5).

Sebagai bentuk ketegasan, kata Yusuf, pihaknya pernah mendesak Satuan Polisi Pamong Praja Jabar untuk lebih tegas dalam mengamankan aset-aset pemprov terutama yang kini dikuasai oleh pihak ketiga. “Contoh aset yang dikelola Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan di Cimangkok Sukabumi ini, Komisi I meminta dilakukan pemagaran atas area seluas kurang lebih 20 hektare,” katanya seraya menyebut Komisi I beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi terkait penelusuran data dan informasi aset milik pemprov serta pengelolaannya.

Sementara itu, DPRD Jabar mendorong alih kepemilikan aset terkait alih kelola SMA/SMK agar lebih dimatangkan lagi. Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir, menyontohkan, pihaknya menyetujui penganggaran dari APBD Jabar tahun ini sebesar Rp 200 miliar terkait alih kelola tersebut.

Nantinya, uang tersebut akan digunakan untuk membangun 30 bangunan SMA/SMK di seluruh Jabar. “Sudah dianggarkan itu untuk pembiayaan di 30 lokasi,” kata Syahrir.

Syahrir mengakui, jumlah itu masih terlampau sedikit dibanding kebutuhan di lapangan. Namun, mengingat adanya keterbatasan anggaran, maka pembangunan sekolah pun dilakukan secara bertahap.

“Bertahap karena keterbatasan anggaran. Yang penting pemprov siap,” kata ketua komisi yang membidangi aset ini.

Disinggung lokasi mana saja yang akan dibangun SMA/SMK, Syahrir mengakui dirinya belum mengetahui secara pasti. Namun, lanjutnya, lokasi pembangunan tersebut berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan Jabar.

“Nanti dari Disdik yang menentukan di kecamatan mana, yang belum ada sekolah /SMA/SMK). Biro Aset hanya membayarkan titik-titik yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …