Penasaran… Ini Hasil Kunjungan Ridwan Kamil ke Luar Negeri

Walikota Bandung Ridwan Kamil

Walikota Bandung Ridwan Kamil

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Bagi Walikota Bandung Ridwan Kamil, pantang tidak bawa hasil saat melakukan kunjungan ke luar negeri. Itu dibuktikan Ridwan Kamil dengan berhasil menjalin beberapa kerja sama dengan luar negeri.


“Yang pertama, bantuan dari UPMC (Univercity of Pittsburgh Medical Center, red) berupa pembangunan rumah sakit dan pusat penelitian kanker,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, Senin (9/5).

UPMC akan membangun rumah sakit seperti ini, sebanyak lima tempat di dunia. Untuk di Asia, dipilih Kota Bandung untuk pembangunannya.

“Nanti pelayanan dan peralatannya berstandar internasional, dan akan dijadikan percontohan serta pusat pelatihan kanker,” tegas Ridwan Kamil.

Tugas Pemkot Bandung sekarang, adalah menyiapkan lahan untuk dibangun rumah sakit tersebut. Sementara dana untuk pembangunan, peralatan dan kurikulum pelatihan, sudah disiapkan oleh UPMC sebagai pemberi hibah.

“Kemungkinan kita akan mencari lahan di kawasan Gedebage,” tambahnya.

Ridwan Kamil mengaku senang Kota Bandung dipilih untuk pembangunan rumah sakit ini. Karena banyak warga miskin penderita kanker yang tidak terlayani oleh rumah sakit.

“Salah satu contohnya, baru-baru ini, ada warga Kota Bandung yang meninggal karena menderita kanker dan terlambat mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.

Selain itu, ada pengusaha asal Kazakstan, Hayman Capital, tertarik dengan sistem kredit Melati di Kota Bandung.

“Jadi, salah satu hasil kepergian saya ke luar negeri kemarin, adalah membawa investor yang tertarik dengan kredit Melati, untuk berinvestasi di Kota Bandung,” papar Ridwan Kamil.

Pengusaha ini, lanjut Ridwan Kamil, ingin menanamkan imvestasi untuk mengembangkan usaha yang bisa memberikan dampak secara global. Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya tengah mencari payung hukumnya, apa bisa pengusaha asing menanamkan modal di PD BPR.

“Kalau tidak bisa, mereka (pengusaha asing, red) tinggal membeli BPR swasta, lalu mendampingi program kredit Melati yang sudah dibuat Pemkot Bandung,” ujarnya.

Investasi yang diberikan sekitar Rp100 miliar, dengan keuntungan yang didapat, dari biaya administrasi sebesar 6 persen.

“Itu sistemnya sama dengan kredit Melati,” tambahnya.

Penerima bantuan kredit Melati sendiri, sekarang ada 8.700 pengusaha. Sementara target Pemkot Bandung sebanyak 100 ribu pengusaha.

“Jadi ya sangat baik, jika mereka bisa menanamkan modal,” tegasnya.‎

Selain itu, konsorsium dari New York juga tertarik untuk bekerjasama dengan Pemkot Bandung, untuk pengembangan pasar dan apartemen rakyat.

“Konsorsium perbankan yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ABD) akan bekerjasama untuk memberi pendampingan PPP. Karena dia sudah pengalaman di mana-mana dan akan mendampingi kita,” tambahnya.

Ridwan Kamil melanjutkan, pada Juni atau Juli mendatang tim Massachusetts Institute of Technologi (MIT) akan datang ke Kota Bandung untuk kerjasama pengembangan Smart City. Fokusnya untuk pemasangan sensor banjir di selokan-selokan.

“Sehingga nanti kalau ada air menggenang di jalan apa, langsung terdeteksi,” bebernya.

Ridwan Kamil juga menyempatkan diri ke Boston dan Harvard University. Dari dua lokasi itu, Ia juga membawa hasil kerjasama di bidang pengentasan kemiskinan dan Sister city.

“Tahun 2017 dengan Harvard kita mulai mengerjakan proyek pengentasan kekumuhan dengan cara-cara terbaru di dunia. Mereka punya cara mengatasi kekumuhan, tidak hanya dengan membangun perumahan ke atas,” jelasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds