Kanwil Pajak Sandera Penunggak Pajak Rp 6,5 Miliar

Kepala Kanwil DJP Jabar 1 Yoyok Satiotomo (kiri) didampingi Kepala Rutan Kebon Waru, Gun Gun Gunawan saat memberi keterangan kepada wartawan di halaman Rutan Kebon Waru, Bandung, Senin (9/5).

Kepala Kanwil DJP Jabar 1 Yoyok Satiotomo (kiri) didampingi Kepala Rutan Kebon Waru, Gun Gun Gunawan saat memberi keterangan kepada wartawan di halaman Rutan Kebon Waru, Bandung, Senin (9/5).

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Jabar 1 dan KPP Pratama Bandung Tegallega mengamankan seorang wajib pajak yang pengusaha apotik di Bandung yang menunggak pajak sebesar Rp 6,5 miliar. Setelah diamankan, wajib pajak berinisial HS itu, langsung digiring ke Rumah Tahanan Kebon Waru Bandung, Senin (9/5).

Menurut Kepala Kanwil DJP Jabar 1 Yoyok Satiotomo, utang pajak HS memang sudah lama, sekitar 10 tahunan hingga mencapai Rp 6,5 miliar.

“Tindakan penyanderaan atau gijzeling terhadap HS dilakukan setelah kami mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan. Dalam melakukan penyanderaan ini, kami bekerja sama dengan Polda Jabar dan Kanwil Kemenhukham Jabar,” ujar Kepala Kanwil DJP Jabar 1 Yoyok Satiotomo kepada wartawan di Rutan Kebon Waru, Bandung, Senin (9/5).

Menurut Yoyok, sebelum menyandera HS, KPP Pratama Bandung Tegallega telah melalukan upaya-upaya penagihan, seperti penyampaian Surat Teguran, Surat Paksa, Surat Perintah Penyitaan, pemblokiran dan pencegahan sesuai peraturan yang berlaku.

“Utang pajak HS telah berstatus inkrach atau sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena HS telah melakukan upaya hukum dan mengajukan permohonan keberatan dan upaya banding namun hasilnya ditolak oleh pengadilan pajak,” papar Yoyok.

Sebab itu, lanjut Yoyok, tindakan penyanderaan merupakan upaya terakhir penagihan pajak terhadap HS. “Penyanderaan dilakukan untuk mengamankan penerimaan negara berupa pajak. Penyanderaan dilakukan terhadap penanggung pajak yang memiliki utang pajak sedikitnya Rp 100 juta dan memiliki aset untuk melunasinya, namun diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajaknya,” jelas Yoyok.
Yoyok menambahkan, penyanderaan HS di Rutan Kebon Waru hanya sementara waktu. “Jika dia telah melunasi utang pajaknya, maka dia akan segera dilepaskan, ini berlaku selama enam bulan, kalau habis masa enam bulan masih belum bayar juga, maka akan diperpanjang masa penyanderaannya,” ungkap Yoyok.

Sementara, Kepala Rutan Kebon Waru Bandung, Gun Gun Gunawan mengaku siap bekerja sama dengan Kanwil DJP Jabar 1 untuk memfasilitasi tempat penyanderaan para wajib pajak yang nakal. “Kami siap bekerja sama, ini yang pertama kali bagi Rutan Kebon Waru terkait penyanderaan wajib pajak berinisial HS ini,” papar Gun Gun.

Namun demikian, HS menurut Gun Gun akan diperlakukan berbeda dengan penghuni rutan Kebon Waru lainnya. “Soalnya, HS ini kan bukan tahanan, dia sekadar penanggung pajak yang harus dijamin keamanan dan keselamatannya, kalau sudah melunasi utangnya dia pun akan dilepas, sesuai aturan,” tandas Gun Gun. (nto)

Loading...

loading...

Feeds

Tersangka, Rizieq Syihab Terancam 6 Tahun

Polda Metro Jaya akhirnya resmi melayangkan surat panggilan kepada Rizieq Syihab. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu dipanggil terkait kerumunan saat …

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).