Soal UN SMP di Cimahi, Ini Jaminan Pemkot Cimahi

ilustrasi UN

ilustrasi UN

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Pemerintah Kota Cimahi menjamin soal Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaksanakan Senin (9/5) esok aman dan tidak bocor hingga ujian berlangsung.


Pengamanan soal ujian ini dijaga dengan ketat, baik dari kepolisian atau dinas (Disdikpora) yang piket di Pemerintah Kota Cimahi.

Hal tersebut disampaikan Asisten I bidang Pemerintahan Pemkot Cimahi, Maria Fitriana, saat dihubungi Minggu (8/5).

Maria mengatakan, soal ujian sudah berada di Pemkot Cimahi sejak Selasa, (3/5/2016) malam, dan dijaga oleh petugas Polres Cimahi dan Disdikpora.

Disinggung mengenai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP, Maria mengakui untuk tahun ini tidak akan ada sekolah di tingkat SMP yang mengikuti ujian berbasis komputer.

Ketiadaan fasilitas menjadi alasan tidak adanya UNBK di tingkat SMP. “Tahun ini semua sekolah akan menggunakan paper test. mudah-mudahan nanti (tahun depan) ada,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi, Tohari Diana, mengatakan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cimahi akan diikuti sebanyak 7.244. Dari jumlah tersebut, rinciannya 3.556 siswa laki-laki, dan 3.688 siswa perempuan.

Sementara UN tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan diikuti oleh 1.512 orang yang terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 730 orang dan siswa perempuan sebanyak 782 orang.

Untuk sekolah penyelenggara UN SMP sebanyak 33 sekolah dengan jumlah ruang sebanyak 382 dengan 784 orang pengawas. Sedangkan MTs sebanyak 14 sekolah penyelenggara dengan 82 ruang kelas dan pengawas 164 orang.
Sedangkan, pelaksanaan UN tingkat SMP akan berlangsung pada senin (9/5) hingga Kamis (12/5) mendatang. Untuk UN susulan akan dilaksanakan 16 sampai 19 Mei.

“Untuk paket B jumlah siswa yang akan ikut UN sebanyak 322 orang yang akan berlangsung di SMPN 9 Cimahi dengan menggunakan 17 ruang kelas dan 34 pengawas,” pungkas Tohari. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds