Soal Hasil UN SMA/SMK di Bandung, Ini yang Disesalkan Kadisidik

ilustrasi UN

ilustrasi UN

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-— Kelulusan ujian nasional (UN) SMA dan SMK di Kota Bandung tidak sampai 100 persen.

“Berdasarkan laporan sementara dua sekolah yang menyatakan ada dua siswa yang tidak lulus UN,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana kepada wartawan, Minggu (8/5).


Menurut Elih, pengumuman UN sudah disampaikan pada Sabtu (7/5/2016). Elih sendiri mengaku menyesal terkait hasil kelulusan yang tidak 100 persen.

“Sayangnya tidak lulus 100 persen,” kata Elih

Elih menyampaikan, untuk sementara, lima siswa yang tidak lulus UN. Jumlah tersebut dengan rincian siswa SMKN 12 Bandung yang tidak lulus sebanyak empat orang dan satu siswa dari SMAN 5 Kota Bandung.

“Ketidaklulusan dikarenakan jejak rekam yang buruk. Laporan dari sekolah, tingkat kehadiran para siswa dinilai malas dan ada juga yang tidak mengikuti UN,” ucapnya.

Hingga sekarang ini, Elih belum bisa menyampaikan secara rinci berapa jumlah siswa siswi tidak lulus UN di Kota Bandung.

“Kami masih melakukan proses rekap dan menunggu laporan dari masing-masing sekolah,” terangnya.

Disdik juga masih menunggu nilai UN tertinggi. “Saya sendiri berharap di tahun depan hasil kelulusan pencapaiannya akan lebih baik,” ujar dia.

Seperti diketahui, pengumuman kelulusan dilakukan pihak sekolah kepada siswanya masing-masing. Kelulusan bukan lagi berdasarkan nilai UN semata, melainkan dari ujian sekolah juga penilain pihak sekolah.‎
Berdasarkan catatan Disdik, tahun 2016 ini, Kota Bandung memiliki 291 SMA sederajat dengan total siswa yang mengikuti UN sebanyak 38.513 orang. ‎
Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah SMKN 12 Bandung M Lukman, membenarkan ada empat siswanya yang tidak lulus UN. ‎

“Keputusan tersebut diambil melalui keputusan musyawarah guru. Dua siswa dipastikan bakal mengikuti ujian ulangan di tahun depan,” katanya.

Menurut Lukman, Hanya dua dari empat yang mengikuti UN. Untuk dua orang lainnya, memang sejak awal tidak mengikuti UN.

“Mereka ini akan mengikuti ujian ulangan di tahun depan,” tambahnya.

Lukman menambahkan, ketidaklulusan ini lantaran beberapa faktor pertimbangan. Karena penilaian juga diambil saat mereka menjalani proses belajar mengajar.

“Kendati mengikuti UN, mereka kedapatan sering tidak mengikuti proses belajar mengajar serta membolos saat tugas praktek,” paparnya.

Keempat siswa berasal dari jurusan berbeda seperti satu siswa dari jurusan Perawatan Pesawat Udara, dua siswa dari Kontruksi Badan Pesawat Udara dan satu siswa dari jurusan Kelistrikan Pesawat Udara.

“Kita akan kirim hasil dari musyawarah ini melalui POS ke tujuan alamat masing-masing peserta,” ucapnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds