Ini Penyebab Longsor di Kawasan Resort Dago

longsor

longsor

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN– Sebuah tebing di Resort Dago Pakar, blok Kampung Ciosa, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi pada Minggu (8/5) sekitar pukul 01.45. Diduga, longsor dipicu oleh pembangunan perumahan elit di kawasan tersebut.

“Pihak pengembang mengurug saluran mata air Ciosa,” ujar Ayub, Ketua RW setempat.

Lokasi mata air Ciosa yang diurug, kata ayub, merupakan tanah milik pengembang. Diduga, mata air tersumbat karena diurug, sehingga menyebabkan longsor.

“Pohon di sekitar juga banyak ditebang, jadi tidak ada penahan air,” ujarnya.

Akibatnya, Minggu dini hari, setelah dari Sabtu sore diguyur hujan, terjadi longsor seluas lebih dari dua hektare.

“Kalau rumah tidak ada yang tertimbun, tapi ada kolam ikan dan kandang ternak milik warga yang tergerus. Kerugiannya lumayan besar, mencapai ratusan juta,” ungkapnya.

Ayub melanjutkan, walaupun tidak ada korban jiwa, namun kejadian tersebut membuat warga khawatir terjadi longsor susulan. Terlebih, longsor di kawasan tersebut sudah beberapa kali terjadi

“Sudah lima kali terjadi longsor, tapi relatif kecil. Sekarang longsor terbesar,”katanya.

Selain menyebabkan beberapa kolam dan kandang ternak rusak, longsor juga telah merusak padang golf yang ada di kawasan tersebut. Bahkan, hingga siang hari tanah terus bergerak ke lapangan golf dan sudah menutupi sebagian area Golf Hold 1 Montain View.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPDB Kabupaten Bandung, Tata Irawan Sobandi mengaku sulit untuk memprediksi sampai kapan pergerakan tanah itu berhenti.

“Kita sulit memprediksinya, tapi kita akan terus memantau pergerakan tanah di sana,” tuturnya.

Menurut Tata, banyak faktor yang menyebabkan longsor terjadi di kawasan Cimenyan. Misalnya, banyaknya lahan-lahan punggungan di Cimenyan yang ditanami sayuran. Sebab, seharusnya, lahan punggungan itu ditanami tanaman keras.

Selain itu, faktor lainnya adalah maraknya pembangunan di Cimenyan. Bagaimanapun, pembangunan di sana akan memberikan dampak pada lingkungan. Fungsi resapan air di sana tentu akan berkurang seiring dengan banyaknya pembangunan di Cimenyan. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).