Pembunuh Dosen UMSU Dikenal Pendiam dan Rajin Salat

wajah bonyok mahasiswa yang bunuh dosen UMSU Medan

wajah bonyok mahasiswa yang bunuh dosen UMSU Medan

POJOKBANDUNG.com, MEDAN- Roymardo Sah Siregar (21), mahasiswa UMSU yang tega menggorok dosennya sendiri, Dra Hj Nur’ain Lubis MAP (63), hingga tewas ternyata memiliki karakter pendiam.


Bahkan, mahasiswa semester VI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSU ini, rajin salat. Hal itu diutarakan pemiliki kos, Boru Silalahi, yang ditempati Roy, di Jalan Tuasan No. 83 Medan.

“Anaknya itu pendiam kali, jarang berkomunikasi bahkan menegur orang pun jarang. Roy juga rajin salat 5 waktu, karena kalau azan dia langsung ke masjid di depan sana (Masjid Al Mukhlisin). Makanya saya pun heran dan terkejut, setan mana yang merasuki dirinya,” ujarnya.

Diutarakannya, selama hampir tiga tahun Roy tinggal di rumah kontrakannya bersama kakak kandungnya yang merupakan guru, Yose Rafika. Dia tidak memiliki aktivitas selain berkuliah.

“Habis kuliah terus pulang ke rumah, hanya itu saja aktivitas yang setahu saya. Dia pun jarang bergaul di sini,” ujar wanita pemilik kos yang membuka usaha kedai sembako.

Disinggung apakah Roy ada dugaan menggunakan narkoba, Boru Silalahi tak yakin. Sebab, Roy jarang keluar dan pulang malam. “Setahu saya, dia itu tidak merokok, apalagi narkoba atau minum-minum. Dia juga enggak pernah bawa temannya ke kos. Makanya saya bingung kalau ada yang bilang dia pake narkoba,” tuturnya.

Penuturan yang sama diutarakan tetangga Boru Silalahi, seorang pria yang berada persis di samping rumahnya. Namun, tetangga pemilik kos pelaku ini tak mau berkomentar banyak lantaran takut salah bicara.”Jarang memang dia (Roy) bergaul. Tapi, anak itu rajin sekali salat,” ujarnya.

Sementara, Humas UMSU Ribut Priadi mengatakan, pihaknya sendiri belum mengetahui persis karakter mahasiswa yang nekat membunuh mantan dekan FKIP itu. Sebab, mahasiswa di kampus UMSU banyak sehingga tidak seluruhnya bisa diketahui.

“Kita akan meminta keterangan dari rekan-rekannya untuk mengetahui bagaimana kepribadiannya. Kemudian kita akan melakukan wawancara kepada dosen yang selalu mengajar pelaku untuk mencari tahu jejak akademisnya. Selain itu, keluarga pelaku juga kita gali keterangan,” ucapnya.

Disinggung soal pernyataan polisi bahwa pelaku nekat membunuh dosennya karena merasa diancam tak lulus, Ribut menyatakan tidak demikian. “Ancaman dalam kajian hukum. Kalau ditinjau dari segi pendidikan bagaimana dibilang mengancam. Dosen itu tak lain guru yang selalu memberikan terbaik kepada anak didiknya agar berhasil kelak di kemudian hari,” cetusnya.

Pasca kejadian pembunuhan tersebut, Kampus UMSU yang terletak di Jalan Mukhtar Basri tampak sepi aktifitas. Pintu gerbang berwarna biru tampak ditutup rapat. Tak ada satupun aktifitas yang ada di kampus tersebut. “Kita memang meliburkan mahasiswa selama dua hari. Hal itu dilakukan dalam berkabung dan berduka atas meninggalnya almarhumah,” tambahnya. (ain/ris)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …