Pedagang Sayur Keliling Ini Mampu Jual Daging Celeng 200 Kg Sehari

pengungkapan kasus penjualan daging celeng oleh Polres Bandung. (mildan)

pengungkapan kasus penjualan daging celeng oleh Polres Bandung. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, IBUN–Tukang sayur keliling, CE, yang tertangkap Polsek Ibun lantaran menjual daging celeng kepada warga, ternyata punya konsumen sejumlah pedagang sayur di beberapa kecamatan, seperti Majalaya, Baleendah, Rancaekek, Banjaran, Soreang, Dayeuhkolot dan Ciwidey.


“Mereka menjual daging babi tanpa dioplos dengan daging sapi, hanya disebutkan kalau daging yang dijualnya itu daging sapi impor. Padahal, daging babi. Mereka menjualnya Rp 60 ribu per kilogram kepada para pedagang, kemudian pedagang menjualnya seharga Rp 85 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain kepada CE, KW juga menjual daging babi kepada tiga orang lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Erwin mengatakan, berdasarkan pengakuan, KW dan CE menjual daging babi sudah berjalan selama dua tahun.

Dalam sehari, katanya, tersangka menjual sekitar 200 kilogram daging babi hutan kepada para pedagang. Dalam seminggu, mereka bisa menjual antara satu sampai dua kali daging babi hutan yang diburu dari kawasan Kamojang Ibun dan Sumedang.

Dari tangan para tersangka, diamankan 12 ekor babi hutan dalam keadaan mati, kendaraan mobil pick up yang biasa menjadi alat pengangkut daging tersebut, serta peralatan seperti freezer, pisau, kapak, serta timbangan. Ditemukan juga senapan untuk berburu babi hutan dan handphone untuk bertransaksi.

“Tersangka diancam Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 1999 Tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 134 UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Mereka diancam hukuman 5 tahun penjara,” kata Kapolres.

Kapolres berharap penangkapan pengedar daging babi hutan ini dapat membuat masyarakat kembali tenang dalam membeli daging sapi. Apalagi, katanya, menjelang Bulan Suci Ramadan yang datang sebulan lagi, saat permintaan daging sapi biasanya meningkat tajam.

Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengatakan daging babi hutan tersebut di antaranya dijual ke sejumlah pedagang sayur keliling dengan mengaku bahwa daging tersebut merupakan daging sapi impor.

“Menurut pengakuannya, daging ini didrop di sekitar Situ Sipatahunan di Baleendah. Para pedagang sayur ini mengedarkannya ke permukiman, perumahan, dan pasar di Baleendah, Dayeuhkolot, dan sekitarnya,” katanya.

Daging tersebut pun diedarkan para pedagang sayur ke sejumlah perumahan di Rancaekek. Titik lain penyebaran daging yang haram bagi umat Islam ini adalah Banjaran yang kemudian disebar ke Soreang sampai Ciwidey.

“Bahkan pernah ada yang mau hajatan, membutuhkan daging sapi. Karena daging babi hutan yang disebut sebagai daging sapi impor itu harganya murah, mereka tergiur untuk membeli daging tersebut untuk hidangan acara hajatan. Secara kasat mata, warnanya yang gelap mirip dengan daging sapi impor,” katanya. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …