Jual Daging Celeng, Dua Warga Ibun Dibekuk Polisi

pengungkapan kasus penjualan daging celeng oleh Polres Bandung. (mildan)

pengungkapan kasus penjualan daging celeng oleh Polres Bandung. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, IBUN– Dua orang warga Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, dibekuk unit reskrim Polsek Ibun karena terbukti menjual daging celeng atau babi hutan.


Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan didampingi Polsek Ibun IPTI Asep Dedi mengatakan, tersangka KW (32) dan CE (45) tersebut, menjual daging celeng kepada para pedagang sayur keliling yang biasa berjualan di beberapa wilayah Kabupaten Bandung.

Terbongkarnya jaringan penjualan daging celeng di wilayah Kabupaten Bandung tersebut, bermula dari ditangkapnya KW yang sedang menurunkan 12 ekor babi hutan pada 25 April lalu.

“Saat petugas Polsek Ibun sedang melalukan patroli malam, ditemukan KW yang sedang menurunkan babi hutan dari mobil pick up di rumahnya,” ujar Erwin, Selasa (3/5).

Menurut erwin, sebelum ditangkap, banyak warga yang melapor jika ada peredaran babi hutan di daerah Ibun, namun laporan tersebut tidak jelas siapa pengedarnya. Sehingga, ketika didapati KW sedang menurunkan babi hutan, maka dia diperiksa oleh unit reskrim Polsek ibun.

“Setelah diperiksa, KW mengaku menjadi pengepul babi hutan dan CE menjadi penjualnya,”ujarnya.

Pada mulanya, KW tidak kooperatif kepada siapa saja dia menjual daging babi hutan tersebut. Namun, berdasarkan pesan singkat sari telepon selulernya, diketahui CE memesan daging babi, polisi kemudian menangkapnya.

CE yang menjadi tukang sayur keliling, selain menjual daging babi secara langsung kepada konsumen, juga menjual daging babi dari KW kepada beberapa rekannya sesama pedagang sayur yang beroperasi di beberapa kecamatan, seperti Majalaya, Baleendah, Rancaekek, Banjaran, Soreang, Dayeuhkolot dan Ciwidey.

“Mereka menjual daging babi tanpa dioplos dengan daging sapi, hanya disebutkan kalau daging yang dijualnya itu daging sapi impor. Padahal, daging babi. Mereka menjualnya Rp 60 ribu per kilogram kepada para pedagang, kemudian pedagang menjualnya seharga Rp 85 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain kepada CE, KW juga menjual daging babi kepada tiga orang lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.(mld)

Loading...

loading...

Feeds