Ini yang Harus Jadi Prioritas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

kereta_cepat

kereta_cepat

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengoptimalkan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebelum menggunakan tenaga kerja asing, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, dalam rapat yang digelar pihaknya bersama PT KCIC, kebutuhan tenaga kerja dalam proyek ini belum dibahas secara khusus. Pemprov Jabar masih berkutat pada persoalan percepatan penuntasan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).

“Tapi kami sarankan proyek ini memberi tempat pada tenaga kerja Indonesia atau lokal,” kata Iwa di Gedung Sate, Bandung, Selasa (3/5). Menurutnya, tempat bagi tenaga kerja asing di proyek ini tidak akan nihil sama sekali karena ada posisi yang menuntut keahlian tertentu yang tidak dikuasai tenaga kerja lokal.

Namun, mengingat proyek ini 60 persen berada di Jabar, maka optimalisasi tenaga kerja lokal perlu dilakukan KCIC. “Dengan demikian proyek ini memberikan efek pada bangkitan ekonomi lokal,” katanya.

Pemprov Jabar sendiri sudah menugaskan pada Disnakertrans Jabar untuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait kesiapan pasokan tenaga kerja di delapan daerah tersebut. Kesiapan tenaga kerja nantinya akan berbarengan dengan kesiapan tata ruang melaksanakan proyek yang diperkirakan menelan investasi triliunan rupiah ini.

“Tenaga kerja lokal tetap harus diprioritaskan,” katanya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan, pihaknya meminta KCIC menyerahkan daftar kebutuhan tenaga kerja mengingat proyek tersebut kabarnya akan mempekerjakan 40.000 orang dalama kurun waktu 2016-2018.

“Diminta tanpa diminta harusnya mereka sudah mengajukan daftar detail ke Pemprov Jabar,” katanya. Berbekal daftar ini, nantinya Pemprov Jabar bersama delapan daerah yang dilewati proyek ini bisa mempersiapkan untuk menyuplai tenaga kerja yang dibutuhkan.

Langkah ini dinilai bisa memberikan kesempatan pada tenaga kerja lokal lebih dulu ketimbang tenaga kerja asing. “KCIC sampai sekarang belum resmi menyampaikan pada gubernur dan kepala daerah tentang kebutuhan tenaga kerja,” ucapnya.

Menurut dia, dalam daftar tersebut KCIC harus merinci kebutuhan tenaga kerja sektor konstruksi apa saja. Detail pekerjaan sektor konstruksi akan memudahkan pihaknya bersama daerah mencari tenaga kerja yang sesuai peruntukan.

“Kalau demand-nya sudah ada, kami jelas lakukan persiapan supply-nya. Lokasi proyek lebih banyak di Jabar, karena itu kita harus bersama-sama membahasnya,” katanya.

Dengan investasi yang besar, kebutuhan tenaga kerja untuk proyek ini diprediksi memerlukan tenaga kerja dari middle management, operator hingga pekerja kasar di lapangan. Sampai saat ini, dari delapan kabupaten/kota yang dilintasi proyek ini seperti Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Purwakarta, Karawang, Kota Bandung, dan Cimahi, mereka belum mendapat informasi akurat terkait tenaga kerja kereta cepat.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berharap proyek yang melintas ke wilayahnya sepanjang 22 kilometer ini bisa mempekerjakan ratusan buruh eks pekerja tambang yang ditutup karena proyek ini. Menurutnya, eks pekerja tambang tidak bisa dibiarkan menganggur karena masih bisa diandalkan.

“Kita minta prioritas yang bekerja adalah pekerja tambang,” katanya. Menurut dia, mereka bisa dipekerjakan dalam railing stock yang akan dipusatkan di wilayahnya. Para pekerja ini juga terlibat dalam pembuatan jalur kereta cepat tersebut. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Seribu Masyarakat Adat Baduy Divaksin Covid-19

RADARBANDUNG.id- PEMERINTAH terus meningkatkan program vaksinasi Covid-19. Termasuk kepada kelompok masyarakat adat. Seperti vaksinasi Covid-19 untuk seribu masyarakat adat di …