Kurangi Parkir Liar, Ini yang Dilakukan Dishub Kota Bandung

ilustrasi razia parkir liar di Bandung. (murwani)

ilustrasi razia parkir liar di Bandung. (murwani)

POJOKABNDUNG.com, BANDUNG–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengklaim bisa mengurangi parkir liar. Itu dilakukan dengan cara rutin menggelar razia.


“Kalau dulu, di satu ruas jalan ada di kiri dan kanan. Tapi sekarang hanya ada di satu sisi saja,” ujar Kepala Dishub Kota Bandung, Didi Ruswandi kepada wartawan, Senin (2/5).

Karenanya, lanjut Didi, pihaknya terus melakukan razia parkir dan penggembokan kendaraan bermotor. Salah satu kegiatannya digelar Senin (2/5) ini, dengan menyusuri Jalan Banceuy dan Jalan Cicendo.

“‎Ini kita tim penegakan hukum lalu lintas dan angkutan jalan bergerak yang terdiri dari TNI polri pemerintah kota dalam hal ini Dishub dan Pol PP juga ada unsur dari dinas perhubungan provinsi kemudian kejaksaan negeri dan pengadilan juga ada relawan gerakan Bandung disiplin,” paparnya.

‎Total penindakan hari ini karena sebanyak 17 kendaraan. Yang ditindak dengan tipiring sebanyak 15.

“Kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 dan memang kali ini kan terhalang hujan,” tambahnya.‎

Delapan di antaranya sidang di TKP karena ada pengemudinya. Tujuh dilakukan penggembokan karena pengemudi tidak ada jadi mereka akan datang ke sekretariat (di basement alun-alun,red), dari 17 itu dua yang ditilang polisi.

“Kebanyakan pelanggaran hari ini parkir. Seperti di jalan Cicendo ada parkir ganda, di Banceuy ada yang di trotoar. Tapi sebenarnya pelanggaran parkir itu bisa ditekan karena kita “ganggu” dengan tidak membiarkan kenyamanan mereka (dengan adanya penindakan ini,red),” bebernya.

Didi menilai, ‎intensitas parkir liar itu sudah berkurang. Awalnya parkir liar ini ada di kiri dan di kanan seperti Jalan Graha Bhayangkara sampai Kebon Kaum, namun hari ini tidak terlihat.

“Intinya sudah bisa tekan dan tidak berkembang lagi. Selama kurun waktu 2013 -2015 ada pengurangan intensitas pelanggaran antara 30 sampai 35 persen,” ujarnya. ‎

Sedangkan titik pelanggaran, lanjut Didi, sesuai catatan berada di kawasan Dipatiukur, Ir Djuanda, Pasteur, Cokroaminoto, Cicendo, Otista, Pasirkoja, Soekarno-Hatta.

“Pokoknya ada 10 jalan yang kita intensifkan. Selain menjamah beberapa titik itu kita juga pantau ke Kiaracondong, Gatsu, ke Lingkar Selatan,” katanya. ‎‎

Tukang parkir yang ketahuan memfasilitasi parkir liar, diberi sanksi oleh UPT parkir, berupa tidak bisa bekerja beberapa hari itu yang resmi.

“Sementara yang ilegal kita laporkan ke aparat penegak hukum. Karena tim ini urusannya dengan pelanggar,” tambahnya.

Menurut Didi, ada sekitar 20 tukang parkir yang telah ditindak selama beberapa tahun terakhir. Mereka sudah membuat pernyataan tidak akan mengulangi untuk menyuruh orang parkir di tempat terlarang.

Razia yang dilakukan Dishub, dilakukan satu bulan 20 kali, dengan mengunakan polanya yang sama. Untuk kawasan yang dinilai sudah bagus dijaga.

Untuk peralatan gembok sebenarnya sudah cukup, tapi untuk tahun ini Dishub akan menambah lagi kurang lebih 100 buah dari anggaran tambahan. Sedangkan gembok yang sudah ada, sekarang sebanyak 75 buah.

“Kita juga akan mengurangi penguncian roda karena akan membuat arus lalu lintas terganggu. Gantinya kendaraan akan ditempeli stiker sebagai wujud sosialisasi,” katanya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …