Diterjang Hujan Angin, Dua Rumah di Kampung Cileutik, Cimahi Utara Roboh

Rumah rubuh di kampung Cileutik, Cimahi Utara. (khairizal maris)

Rumah rubuh di kampung Cileutik, Cimahi Utara. (khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Dua rumah di RT 5 RW 14 Kp. Cileutik Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi ambruk di bagian belakang. Hal tersebut terjadi karena rumah tua tersebut tidak kuat menahan angin dan hujan yang turun di wilayah tersebut.


Rumah milik Engkus (38) itu dihuni 4 orang jiwa dan rumah satunya lagi milik Nana (38) yang diisi 3 jiwa. Mereka merupakan sanak saudara.

Dari pantauan, posisi dua rumah tersebut berdampingan dan dibangun pada satu dinding yang sama. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara bagian rumah yang ambruk merupakan bagian ruang dapur dan kamar mandi. Terlihat banyak perabotan yang bearada di ruangan itu kondisinya rusak dan berserakan.

Menurut keterangan istri Engkus, Ani Agustini (37), robohnya bagian dapur diperkirakan terjadi pada pukul 21.30 WIB, saat dirinya dan keluarga sedang tidur di kamar lantai atas.

Dia mengetahui, robohnya bagian rumah setelah anaknya membangunkan dia setelah mendengar suara rubuh. “Anak saya lari membangunkan saya. Pas saya lihat bangunan sudah dalam kondisi hancur,” ucapnya.

Barang-barang yang ikut rusak seperti kompor dan perabotan masak lainnya. Mereka juga terpaksa menumpang ke rumah orangtua untuk kebutuhan MCK.

Dirinya mengaku bingung jika hendak memasak. Terlebih, dia didera trauma rumahnya akan roboh kembali. “Saya takut, masih lemes,” katanya.

Ani mengatakan, pihak kelurahan setempat sudah melakukan pemantauan lapangan. Korban bencana pun diminta melengkapi laporan dengan KTP-KK.

“Sudah ada Pak Lurah mantau, enggak tahu yah bisa dapat bantuan atau bagaimana. Kalau perbaiki sendiri belum punya biaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Dani Bastian mengatakan, tim sudah melakukan survey ke lapangan. Penanganan sementara, ia katakan dilakukan kerja bakti bersama masyarakat membersihkan reruntuhan bangunan.

Dani melanjutkan, bangunan rumah ambruk karena di bagian belakang rumah terdapat saluran air. “Air membuat lapisan tanah terkikis dan lama-lama bisa bergerak. Hal itu sudah kita imbau kepada masyarakat,” ucapnya.(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …