Rumah Kebanjiran, Nenek Ini Terserang Stroke

Nenek Nonoh saat dirawat lantaran stroke. (mildan)

Nenek Nonoh saat dirawat lantaran stroke. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH–Seorang warga Kampung Mulyasari, Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung dilarikan ke Rumah Sakit Al Ihsan.


Nenek bernama Nonoh Rohanah (78) tersebut, dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil Satpol PP, Kamis (28/4) pagi. Dia terserang stroke setelah rumahnya kebanjiran.

Keponankan Nonoh, yakni Nenden (68) mengatakan, Kampung Mulyasari saat ini terendam banjir hingga 1,5 meter, termasuk rumah Nonoh. Sejak beberapa bulan lalu, karena rumah Nonoh terendam, nenek tersebut kemudian mengontrak rumah yang masih berada di Kampung Mulyasari, namun lokasinya cukup tinggi.

“Dia tidak punya anak, suaminya juga sudah meninggal. Makanya karena rumahnya kebanjiran, dia ngontrak rumah,” ujar Nenden ketika diwawancara di RS Al Ihsan, Kamis (28/4).

Biasanya, rumah kontrakan Nonoh tidak terendam banjir, namun hujan yang turun dengan deras Rabu (27/4), membuat rumah kontrakan Nonoh hampir terendam banjir.

Diduga karena kelelahan dan kurang istirahat, tekanan darah Nonoh meninggi, dia harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Bibirnya seperti ditarik, dulu memang sempat kena stroke ringan. Sekarang kambuh lagi,” ungkapnya.

Mengetahui Nonoh sakit, warga kemudian menghubungi aparat setempat, supaya dia bisa segera dilarikan ke RS. Nenek tersebut kemudian diangkut menggunakan mobil patroli satpol PP kecamatan Baleendah.

“Banjir tahun ini lebih parah dari sebelumnya. Saya harap masalah banjir ini segera diselesaikan, supaya warga tidak usah mengungsi lagi,” kata Nenden.

Setelah dirawat di IGD, Nenden mengatakan Nonoh akan segera dibawa ke rumah sakit lain di Kota Bandung untuk dirawat. Hal ini disebabkan seluruh kamar perawatan di RS Al Ihsan sudah terisi.

Wakil Direktur RS Al Ihsan, Agus Muharram, mengatakan rumah sakit milik Provinsi Jawa Barat tersebut hanya memiliki 300 tempat tidur untuk rawat inap. Sementara pasien yang datang cukup banyak.

“Memang sejak ada BPJS, rumah sakit sering penuh,”tutur Agus.

Sejatinya kata Agus, korban banjir akan diutamakan oleh Rumah Sakit Al Ihsan, namun jika tidak ada kamar kosong dan pasien benar-benar harus dirawat, maka pihaknya akan langsung merujuk ke Rumah Sakit lain.

“Khusus untuk pasien korban banjir, cukup membawa surat pengantar dari aparat, seperti RT,RW atau kelurahan, kita akan langsung tangani, administrasi lainnya bisa belakangan,” tuturnya.

Bahkan, RS Al Ihsan biasa turun ke lokasi banjir atau pengungsian untuk memeriksa kesehatan para korban banjir. Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat.

Banjir, katanya, bisa menjadi faktor pencetus penyakit yang diderita pasien kembali kambuh. Contohnya, warga yang memiliki tekanan darah tinggi kurang tidur di pengungsian, sehingga menyebabkan penyakitnya kambuh, seperti yang dialami oleh Nonoh. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds