Lewat Socio Culture, Yayasan Ini Bantu Pemerintah Perangi Narkoba

Ilustrasi

Ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Seiring gencarnya pemberantasan narkoba yang dilakukan pemerintah dan penegak hukum, Yayasan Kharisma Usada Mustika (Yaskum) ikut serta memerangi narkoba melalui pendekatan sosial dan kebudayaan (sosio culture). Ketua Umum Yaskum Pusat Muttahar mengatakan, Yaskum merupakan sebuah perkumpulan sosial yang menitikberatkan pembinaan mental dan spiritual untuk meraih kestabilan psikologis.

“Kami berupaya menjembatani masyarakat meraih kestabilan psikologis dan mengetahui potensi yang ada dalam dirinya,” kata Muttahar dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Yaskum Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (23/4) lalu. Dengan kestabilan psikologis, lanjut Muttahar, setiap orang dengan sendirinya akan mampu mendapatkan solusi untuk memecahkan berbagai persoalan, termasuk menghilangkan pengaruh buruk narkoba.

Lewat pola tersebut, para pecandu narkoba akan disadarkan terlebih dahulu untuk menerima kenyataan bahwa dirinya memang pecandu narkoba. Setelah menyadari hal itu, mereka mendapatkan bimbingan mental dan spiritual agar terbebas dari pengaruh narkoba.

“Sudah tak terhitung pecandu narkoba atau mereka yang pernah menjadi pengedar datang kepada kami dan sekarang semuanya sudah insyaf. Mereka yang dulunya kecanduan sampai kurus, sekarang sudah netral,” katanya.

Menurut dia, selama ini, penanganan narkoba lebih menitikberatkan kepada upaya penindakan hukum. Sementara penanganan narkoba lewat socio culture sama sekali belum tersentuh.

“Nah, kami mengambil peran itu. Lewat pendekatan socio culture kami berupaya membantu pemerintah memerangi narkoba,” tegasnya.

Muttahar juga menuturkan, sejak berdiri 20 tahun silam, Yaskum berkomitmen merangkul masyarakat, terutama dalam mencapai kesejahteraannya. “Kami memiliki cakupan yang luas dalam rangka memberdayakan masyarakat menuju kemantapan ekonomi, sosial, dan kebudayaan,” katanya.

Muttahar juga menegaskan, Yaskum merupakan yayasan yang berlandaskan tataran sosiologis, bukan pada tataran teologis atau agama. Oleh karena itu, kata Muttahar, Yaskum bukanlah sebuah aliran atau sekte, terlebih aliran sesat.

Di tempat yang sama, salah seorang mantan pecandu narkoba yang akrab dipanggil Kaka, mengaku, sudah berupaya keras agar terbebas dari pengaruh narkoba. Dirinya pun sudah menjalani rehabilitasi baik medis maupun non medis, bahkan hingga ke luar negeri.

Namun, upaya tersebut tidak mampu membebaskan dirinya dari pengaruh narkoba. “Selama rehabilitasi, saya selalu berpatokan pada logika jika saya pasti sembuh, namun kenyataanya sulit untuk sembuh. Ternyata, persoalannya ada di hati dan akal saya yang belum bisa menerima kenyataan jika saya seorang pecandu. Setelah menyadari hal itu, Alhamdulillah, saya akhirnya bisa terbebas dari narkoba,” katanya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …