Jelang Puasa Pemkot Cimahi Sulit Kendalikan Naiknya Harga Sembako

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Pemerintah Kota Cimahi mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) menjelang puasa. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Operasi Pasar (OP).


Hal itu disampaikan Kasie Perdangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi Mita, saat ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (26/4).

Ia mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat selalu terjadi setiap akan memasuki bulan puasa. Salah satu penyebabnya adalah tingginya permintaan konsumen terhadap beberapa komoditas tertentu.

Adapun komoditas yang biasa mengalami kenaikan tinggi antara lain telur ayam, daging sapi dan ayam. Angka tidak wajar kenaikan kebutuhan pokok masyarakat ia katakan jika lebih dari 10%.

“Jika kenaikan harga sudah tidak wajar (lebih dari 10%) terjadi, maka kami akan melayangkan surat permohonan agar dilakukan OP (Operasi Pasar),” terangnya.

OP sendiri akan dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak untuk bekerjasama, seperti Dinas Perdagangan Provinsi Jabar dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, setiap tahun OP diajukan untuk tiga kecamatan yang ada di Cimahi ke Bulog. Untuk tahun ini pun ia katakan tidak menutup kemungkinan hal itu dilakukan kembali.

Disinggung mengenai data harga yang berkembang di sejumlah pasar, ia mengatakan sejauh ini ia anggap belum ada kenaikan harga yang diluar batas kewajaran.

“Semuanya masih stabil. Tapi, menjelang puasa tentu akan diperbarui lagi,” katanya.

Dirinya berharap distributor dan para pedagang tidak mempermainkan harga jelang puasa karena dapat membebani masyarakat menghadapi bulan suci.

“Pedagang harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku. kalau ada yang menimbun bisa dijerat pasal karena telah menimbun barang kebutuhan sehingga merugikan masyarakat sebagai konsumen,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds