Pocong Keliaran, Pemburu Hantu Didatangkan ke Makam Paman Lambat

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BALIKPAPAN – Isu penampakan pocong yang keliaran di Pasar Manggar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) membuat kawasan makam keluarga Jayus di RT 39 Manggar mendadak disesaki manusia.


“Saya pengen melihat pocong yang katanya sering muncul,” kata Ria, seorang remaja putri yang datang bersama teman-temannya, pada Sabtu malam (23/4).

Di pemakaman keluarga itulah dikuburkan jasad Paman Lambat, yang disebut-sebut menjadi pocong dan penampakannya disaksikan sejumlah
warga.

Saking ramainya warga yang penasaran, pada Sabtu malam tersebut akses jalan menuju makam padat. Terlihat sekelompok remaja, termasuk pasangan muda mudi yang tengah malam mingguan, hingga orang tua yang membawa serta anak-anak mereka.

Bahkan ada juga sekelompok remaja yang menantang dan meminta pocong untuk segera menampakkan diri.

“Ayo pocong, berani keluar kami tangkap,” seru remaja berkaos hitam yang bersama teman-temannya mengatasnamakan diri pemburu hantu.

Ramainya orang yang berkunjung ke makam rupanya dimanfaatkan oleh para pedagang jagung, kacang rebus, salome yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi makam. Salah seorang pedagang pentol, Sukiyo mengaku sangat bersyukur karena ramainya isu pocong ini malah mendatangkan rezekinya baginya.

Karena semakin larut malam pengunjung kian ramai, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan tidak menganggu ketenteraman jam istirahat warga sekitar, maka Lurah Manggar Baru M Idris, didampingi Babinsa Serda Ngatmuji, Babinkamtibmas Aipda Kasmani serta ketua RT meminta orang-orang yang berkerumun di sekitar makam untuk dapat membubarkan diri.

Sementara warga Kelurahan Manggar Baru dan ketua RT setempat sebelum meninggalkan pemakaman turut membacakan doa bagi almarhum Paman Lambat yang diisukan menjadi pocong.

Untuk menguak kebenaran kabar pocong muncul di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manggar Baru, awak media KPNN mencoba menelusuri dan mewawancarai berbagai sumber.

Agar dapat menggali informasi lebih mendalam media ini didampingi tokoh warga Manggar Andi Baso. KPNN menumpang Avanza milik Andi Baso memasuki kawasan pasar Manggar dengan jarak tempuh 300 meter ke dalam.

Di tengah perjalanan menuju pemakaman, media ini berhenti di sebuah warung dan menanyakan seorang penjaga warung yang bernama Ari di daerah trans Pasar Manggar.

“Benar mas. Saya juga mendengar penampakan pocong. Coba mas menuju lokasi pemakaman di sana karena banyak pemukiman warga di sana, mungkin akan banyak cerita yang didapatkan,” ujar Ari.

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …