MPR Salah Besar Angkat Gotik Jadi Duta Pancasila

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Umum Ormas Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sophian, menilai ketika Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengangkat artis Zaskia Gotik yang melecehkan lambang Negara menjadi Duta Pancasila merupakan kesalahan besar.


“Seharusnya fraksi di MPR itu merudingkan terlebih dulu jangan main tembak saja pengangkatan ini. Bangsa Indonesia tidak mau dibohongi, dan bangsa Indonesia sudah pada cerdas,” kata Tatan, kemarin.

“Gotik yang tidak hapal Pancasila bahkan ketika dites membacakan Pancasila juga salah megucapkan pada sile ke empat, malah diangkat jadi duta Pancasila, ini jelas kesalahan besar,” sambung Tatan.

Tatan menambahkan, seharusnya MPR itu intruksikan kepada seluruh departemen untuk memahami simbol negara. “Karena makan dan buang air di Indonesia, jadi harus paham simbol Negara seperti Pancasila. Dan lambang Pancasil tidak usah dirubah sebab dalam lima kitab agama di Indonesia sudah ada dalam intisari Pancasila. Makanya Gotik bukan saja melecehkan terhadap Pancasila, namun Gotik seolah sudah melecehkan agama juga,” tambah Tatan.

Selain itu, sebut Tatan, sementara dirinya sebagai kaum marjinal yang hidup dibawah garis kemiskinan tapi tetap hormat dan patuh terhadap Pancaisla. “Sementara anda yang beruntung hidup digariskan menjadi orang kaya, tapi menghianati Pansaila. Seharusnya anda menjadi panutan dan junjunan bagi rakyat,” sebut ‘gubernur’ kardus Jabar ini.

Menurut Tatan, seharusnya saat pemeriksaan Gotik dan rekan-rekannya yang hadir dalam acara di televisi itu langsung dites urin.

“Polisi harus lebih jeli dan profesional, karena kemungkinan bisa saja Gotik didoping. Tidak mungkin Gotik main-main,” tutur Tatan.

“Dan saya minta artis yang hadir saat acara itu dipangil untuk pertanggungjawabkan atas pelecehan Pancasila, seperti Rafi Ahmad, Deni Cagur dan Ayu, apakah mereka didoping atau hanya kelelahan, tolong dikaji ulang hukuman ini untuk penghina lambang negara tidak cukup meminta maaf, hukum harus berjalan terus supaya memberikan efek jera bagi yang menghina lambang negara,” ujar Tatan.

“Karena terjadinya narkoba, teroris, korupsi, pemerkosaan dan kriminalitas lainnya itu akibat tidak paham Pancasika dan UUD 45. Padahal kekayaan negara ini tertera dalam UUD 45 Pasal 33 yang artinya pasal 1 kekayaan negei ini dikelola negara untuk rakyat seperti air, tanah, udara itu untuk rakyat termasuk prekwensi tv itu jangan menggemborkan pro rakyat tapi karyawannya melecehkan lambang negara. Tolong yang berhak prekwensi itu punya rakyat,” sambung Tatan.

“Bahkan ketika kita menjadi presiden, kapolri, panglima, anggota MPR, DPR, DPD, PNS, kepala daerah, dan lainnya itu semua karena adanya UUD 45 dan Pancasila. Maka jangan pernah melecehkan Pancasila. Sebab didunia ini ada tiga paham yang diakui yaitu demokrasi, komunis dan nasionalisme yang dimili oleh Indonesia. Allah SWT sangat menyayangi bangsa Indonesia karena kekayaan alam yang melimpah, sehingga apa yang harus kita kerjakan hanyalah menjaga lambang negara jangan sampai arwah Bung Karno menitikkan airmata karena bangsanya melecehkan lambang negaranya, maka anda kapur yang artinya murudul duitna dan lainnya,” pungkas Tatan. (azm)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …