Ini Penyebab Retakan di Jalan Nasional Cipatat Kian Parah

Retakan di Jalan Nasional Cipatat makin parah. (habibie)

Retakan di Jalan Nasional Cipatat makin parah. (habibie)

 


POJOKBANDUNG.com, CIPATAT–Akibat tingginya intensitas hujan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), membuat munculnya retakan baru kurang lebih sepanjang 20 meter di samping Jalan Raya Cipatat-Cianjur, tepatnya di Kampung Tagog Munding RT 03/08 Desa Citatah Kecamatan Cipatat, KBB. Sebelumnya pada Selasa (09/02) di lokasi yang sama, telah terjadi pergerakan tanah hingga menyebabkan dua rumah ambruk sementara lima rumah lainnya rusak parah.

Selain mengancam rumah warga, retakan yang baru akibat pergerakan tanah tersebut juga mengancam terputusnya jalan nasional Bandung-Cianjur. Pergerakan tanah terjadi akibat tidak stabilnya kondisi tanah yang ditambah dengan tingginya intensitas hujan belakangan ini.

Berdasarkan pantauan di lokasi Senin (25/4), sejumlah rumah yang terkena dampak oleh pergerakan tanah sebelumnya, telah diratakan dengan tanah, sementara dua rumah terdampak lainnya masih tampak dibiarkan berdiri. Retakan tanah baru dengan panjang kurang lebih 20 meter tampak mengarah ke rumah warga. Dilokasi juga tampak telah dibatasi garis polisi dengan papan bertuliskan “Hati-hati Ada Longsoran”.

Menurut salah seorang warga yang rumahnya terkena dampak longsoran, Ahmad Kosasih (56), kondisi tanah di lokasi tersebut hingga kini masih belum stabil. Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini telah menimbulkan retakan baru kurang lebih sepanjang 20 meter. Retakan tersebut, bahkan kembali mengancam ke rumah warga.

“Munculnya retakan baru akibat tingginya curah hujan. Tembok selokan yang tersisa di lokasi pergerakan tanah sebelumnya kembali bergeser sehingga air mulai kembali mengikis tanah, bahkan ada tanah yang kelihatan mulai anjlok turun ke bawah,” tutur Ahmad di lokasi, Senin (25/4).

Menurut Ahmad, dirinya bersama warga yang terkena dampak lainnya belum mengetahui secara pasti bagaimana tindakan selanjutnya dari pemerintah untuk penanganan di lokasi tersebut. Bahkan, lanjut dia, dirinya dan warga yang terkena dampak hingga saat ini belum mengetahui juga nasib tanah dan bangunannya. Pasalnya, dari 9 rumah terkena dampak sebelumnya, 7 rumah diantaranya saat ini telah diratakan dengan tanah, sementara 2 rumah yang salah satunya merupakan rumah miliknya masih dibiarkan berdiri.

Sementara untuk surat-surat tanah miliknya dan milik warga yang terkena dampak sendiri saat ini telah diserahkan kepada Pemkab Bandung Barat. “Saya juga belum tahu bagaimana nasib tanah dan rumah milik saya ini, apa mau di evakuasi atau bagaimana, karena surat-surat tanah sudah dibawa oleh petugas pemkab,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, tutur dia, petugas Pemkab Bandung Barat bersama Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memutuskan bahwa area lokasi pergerakan tanah sudah tidak layak lagi untuk dijadikan tempat tinggal.

Terkait hal tersebut, dia berharap, ada kepastian dari pemkab Bandung Barat terkait nasib bagi warga yang terkena dampak. “Kita inginnya ada kepastian secepatnya, apakah mau dievakuasi atau bagaimana, karena sampai saat ini saya masih numpang ke rumah adik saya,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …