Ini Alasan BPBD KBB Akan Naikkan Status Tanggap Darurat

ilustrasi korban banjir

ilustrasi korban banjir

 


POJOKBANDUNG.com, KBB–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan segera menaikkan status bencana menjadi Tanggap Darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor, yang menyebabkan terputusya akses tiga jembatan di dua Kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi Rabu (20/4/2016) lalu.

Dicky Maulana Kepala Bidang Kedaruratan BPBD KBB menuturkan, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD KBB tanggal 20 April lalu, sampai pernyataan tanggap darurat dikeluarkan, bencana tersebut masih terus bergerak dan dapat menimbulkan dampak bencana yang lebih luas, sehingga memerlukan bantuan secepatnya.

“Kita sudah membuat surat pernyataan tanggap darurat banjir bandang di desa Wangunsari Kecamatan Sindangkerta dan desa Rancapanggung Kecamatan Cililin, untuk segera dinaikan statusnya menjadi tanggap darurat,” tutur Dicky saat ditemui di ruang kerjanya, Ngamprah (25/4).

Dia mengatakan, surat pernyataan tersebut masih dalam proses pengajuan, dan masih harus mendapatkan persetujuan dari Kepala BPBD dan Bupati Bandung Barat. Naiknya status bencana menjadi tanggap darurat menurutnya, untuk dapat mencairkan Dana Tidak Terduga (DTT) agar bencana dapat cepat ditanggulangi.

“Hari ini (25/4) kita segera mengajukan pernyataan tanggap darurat, dan diharapkan bisa secepatnya, karena memerlukan penanganan cepat,” ujarnya.

Untuk pembangunan jembatan sendiri, dirinya mengatakan nanti akan kembali dikordinasikan dengam Dinas terkait yakni Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Mineral dan Pertambangan (DBSMP) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Nanti apabila sudah keluar pernyataan tanggap darurat kita akan kordinasikan dengan Dinas terkait, sehingga akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali jembatan dan juga untuk mencegah kembali jembatan roboh itu ada tim teknisnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk upaya penangan, Dicky mengatakan saat ini pihaknya telah membangun jembatan penyebrangan darurat bagi warga untuk digunakan sementara.

“Saat ini upaya penanganan sementara kita membangun jembatan sementara, seperti untuk yang di kampung Pabuaran desa Wangunsari, kita telah membuat jembatan rakit dengan menggunakan drum yang diikat sehingga jadi jembatan dengan tali yang terbentang sebagai pegangan untuk sementara,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada warga agar pada saat terjadi hujan deras untuk tidak melewati jembatan-jembatan penghubung sementara tersebut atau mendekati sungai, karena ditakutkan akan terjadi banjir bandang kembali.

Seperti yang diketahui Banjir bandang yang terjadi (20/4) lalu tersebut membuat tiga akses jembatan menjadi terputus diantaranya, jembatan yang menghubungkan kampung Pasir Eurih RW03/RT03 dengan kampung Cisamaya membuat 62 rumah terisolir, satu unit penggilingan padi, satu unit motor, dan satu unit rumah hilang terbawa arus.

Jembatan yang rusak kedua berlokasi di RT 6/10, Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin. Jembatan tersebut memiliki panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi dari permukaan air sungai 6 meter. Jembatan berstatus jalan desa tersebut, selain bisa dilalui kendaraan roda empat, jembatan itu juga menjadi penghubung utama bagi warga di sejumlah kampung yang hendak menuju ke jalan Raya Cililin.

Jembatan tersebut, menghubungkan Kampung Pabuaran, Kampung Ciseuseup dan Kampung Bonjot menuju ke kampung Bonceret di desa Rancapanggung Kecamatan Cililin. Selain itu, jembatan itu juga menjadi penghubung untuk Kampung Bunigara dan Kampung Citawa di Kecamatan Sindangkerta menuju ke Kampung Bonceret di Desa Ranca Panggung, Kecamatan Cililin.

Selain itu jembatan ketiga yang rusak berlokasi di Kampung Nangewer Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta yang memiliki panjang 8 meter dengan lebar 1 meter. Meski jembatan itu hanya bisa diakses kendaraan roda dua namun jembatan itu juga menjadi jalan penghubung utama bagi warga. Jalan tersebut menghubungkan kampung Pasir peundeuy, Kampung Narogong dan Kampung Pasir Tengah dengan Kampung Nangawer di Kecamatan Sindangkerta. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …