Wuiiih… Perputaran Uang Sabilulungan Fair Tembus Rp 3,1 Miliar

Salah satu stand yang meramaikan Sabilulungan Fair. (mildan)

Salah satu stand yang meramaikan Sabilulungan Fair. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Sabilululungan Fair yang diselenggarakan selama tiga hari di Balerame Soreang, diklaim sebagai fair tersukses. Hal tersebut dilihat dari perputaran uang selama tiga hari yang nencapai Rp3,1 miliar lebih.


Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung, Ferry Sandiana mengatakan, sektor properti yang menyumbangkan perputaran uang terbanyak.Soalnya, selama tiga hari, tiga buah rumah terjual kepada konsumen dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar.

“Dari enam stand perumahan, dalam tiga hari Sabilulungan Fair mendapat tiga closing pembelian,”tutur Ferry, Minggu (24/4).

Potensi pendapatan pengembang perumahan dalam Sabilulungan Fair, kata Ferry, masih terbuka lebar, mengingat banyak orang yang tertarik dengan perumahan namun belum sempat melakukan penandatanganan kontrak.

Selain perumahan, stand yang banyak mendapat keuntungan adalah kopi. Tidak kurang dari Rp130 juta dikantongi oleh para pemilik stand kopi selama tiga hari lalu.

Sementara transaksi di stand selimut senilai Rp 30 juta per hari, dan sisanya dari stand-stand fashion, aksesoris, kuliner, kerajinan, dan mainan. Perputaran uang di stand-stand makanan dinilai sangat cepat dalam waktu tiga hari penyelenggaraan.

“Transaksi Rp 3,1 miliar ini diluar dugaan, tadinya targetnya paling Rp 1,5 miliar. Kegiatan-kegiatan yang digelar Pemkab Bandung juga menarik pengunjung ke lokasi dalam jumlah yang sangat banyak,”ujarnya.

Saking ramainya pameran ini, katanya, stand-stand masih tetap buka sampai jam-jam terakhir. Para pengunjung dinilai tertarik juga dengan sejumlah barang atau kerajinan yang jarang ditemui di pasar atau toko biasa.

Untuk menggelar event serupa yang selanjutnya, Ferry mengatakan akan menambah jumlah stand, memaksimalkan fungsinya, serta menambah waktu kegiatan. Event yang pertama kali digelarnya ini dinilai meraih kesuksesan.

“Tadinya diperkirakan, daya beli masyarakat sedang rendah karena kondisi ekonomi yang belum stabil. Namun ternyata, hal ini terbantahkan dengan tingginya nilai transaksi dalam kegiatan ini,” ucapnya.

Kedepan, kata Ferry, jika Kadin dipercaya kembali oleh pemkab Bandung untuk menggelar kegiatan serupa, maka pihaknya akan melakukan beberapa evaluasi.

Menurut Ferry dalam Sabilulungan Fair ini, pendirian stand masih belum rapi. Kedepan, akan dilakukan tiap blok akan diberikan tematik, misalkab blok pertama diisi oleh perusahaan perumahan, blok selanjutnua fashion, kuliner dan tema yang lainnya.

“Jumlah peserta yang terlibat juga akan lebih banyak lagi,”ucapnya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, dalam Sabilulungan fair tersebut, Kadin juga melakukan perekrutan anggota baru. Dalam tiga hari kegiatan, tidak kurang dari 100 UMKM yang resmi mendaftar menjadi anggota.

“Mungkin karena iuran wajib hanya Rp50 ribu pertahun, jadi banyak UMkM yang mendaftar menjadi anggota. Memang keuntungannya banyak jika masuk anggota Kadin,”katanya.

Para anggota baru tersebut, dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan usaha oleh Kadin. Selain itu, produk yang dijual juga akan diposting dalam website resmi kadin.

“Kami berharap agar pemerintah Kabupaten bandung segera membuat Perbup yang mengharuskan pelaku UMKM menjadi anggota Kadin. Kalau pergub kan sudah ada, tinggal di kabupaten yang belum,”katanya. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds