Wah Buronan Kelas Kakap Itu Minta Maaf

Samadikun Hartono. Foto: Youtube.com

Samadikun Hartono. Foto: Youtube.com

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA—Koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Samadikun Hartono mungkin baru menyadari kesalahannya yang menyusahkan negara selama pelarian 13 tahun.


Ditambah karena proses penangkapan dan pemulangannya yang cukup berbelit-belit. Menurut Jaksa Agung, M. Prasetyo, Samadikun meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

“Meminta maaf karena sudah merepotkan aparat pemerintah,” ujar Prasetyo saat menerima secara resmi penyerahan Samadikun dari Kepala BIN Sutiyoso yang memboyong koruptor itu dari Tiongkok ke Indonesia, Kamis (21/4) malam tadi.

Buronan yang sudah bikin susah pemerintah Indonesia itu akan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat. Ia akan meringkuk di penjara selama empat tahun.

Prasetyo sudah menerima secara resmi penyerahan Samadikun dari Sutiyoso.  Ia mengatakan, semua bersyukur atas tertangkapnya Samadikun tersebut.

“Berikutnya setelah wawancara verifikasi (di Kejagung), dia akan segera di bawa ke Lapas. Sementara kami tentukan di Lapas Salemba,” kata Prasetyo.

Pelarian koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia itu selama 13 tahun berakhir setelah ia merencanakan menonton F1 di Shanghai dan pada akhirnya ditangkap, 14 April 2016 lalu. Kamis malam  (21/4) ia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma.

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso mengaku kesulitan mendeteksi keberadaan tersangka Samadikun di luar negeri. Sejak berstatus buron 13 tahun lalu, Samadikun kerap berpindah-pindah negara untuk menghilangkan jejak.

Menurut Sutiyoso, Samadikun mengantongi sebanyak lima pasport demi mempermudah pergerakannya dari satu negara ke negara lain.

“Samadikun penangkapan sangat sulit. Kenapa sulit? Dia mempunyai lima pasport,” kata Sutiyoso. Dia melanjutkan, lima pasport tersebut masing-masing berbeda negara. Selain itu, setiap pasport Samadikun kerap menggunakan nama samaran.‎

“Salah satunya pasport dari Gambia dan Dominika. Itu nama dan identitasnya berbeda-beda. Ada atas nama Tanjimi Abraham‎,” terangnya.‎ (boy/flo/mg-4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds