Kasdam III/Siliwangi Sebut Opini Pers Ubah Nasib Suatu Negara

Diskusi Kasdam

Diskusi Kasdam

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto mengatakan, pers sebagai penggugah. “Opini pers sangat bisa mengubah nasib suatu negara. Saat ini, ada opini dunia yang menginginkan Indonesia maju dan mandiri. Saat ini kita dihadapkan pada proxy war, yang mana media saat ini merupakan pilar trias politika,” ujarnya.

Dalam perang proxy itu, lanjut Kasdam III Siliwangi, media bukan dijadikan objek untuk dihancurkan, tapi dijadikan objek kepentingan mereka agar Indonesia terus dikerdilkan.

“Saya melihat media kita masih American sentris, saya melihat apapun yang terjadi itu sangat ke Amerika. Kita juga tahu bagaimana peran media memenangkan perangnya Amerika di hampir seluruh dunia, tetapi tidak ada satu pun bahwa Amerika gagal, bahkan Vietnam, itulah peran media. Mestinya, kenapa media kita tidak mampu seperti itu,” ujar mantan Kadispenad pada acara Diskusi Editors Meeting dengan Tema “Untuk Publik demi Publik” di Hotel Four Point Dago, Bandung, Kamis (21/4) malam.

Dalam diskusi bersama Editors Forum yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Media Group disepakati adanya pemberian opini yang positif kepada masyarakat dalam merevolusi mental bangsa.

Media sebagai sarana informasi bagi masyarakat harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman di era teknologi saat ini.

Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen Publik Kemenkominfo, mengatakan bahwa media bisa mempengaruhi opini publik, karena itu media harus memilah informasi dan mengurangi informasi negatif yang bisa ditiru atau diimitasi masyarakat.

“Misalkan dengan berita tawuran, adanya kriminalitas, ini harus diseimbangkan, karena akan menjadi inspirasi yang buruk di masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, jika media menghadirkan berita positif, masyarakat pun akan ikut positif. “Intinya kejujuran, tanggung jawab, serta budaya antre, dan membuang sampah pada tempatnya, menjadi baik di masyarakat jika dampak dari opini di media positif,” jelasnya.

Sementara itu, pembicara lainnya sosiolog Universitas Indonesia Prof Paulus Wirutomo mengatakan, media itu paling berpengaruh, apalagi dalam persaingan global. Artinya, jika kita kalah bersaing, kita ditinggalkan.

“Kita jangan menghancurkan negara sendiri, pers harus tetap kritis, energi negatifnya tadi kritik yang memberikan energi positif. Presiden Jokowi menawarkan perubahan, pers harus memenuhi energi positif, seandainya masih ada yang kurang dari revolusi mental, karena ini adalah momentum kita,” jelasnya. (Pendam III/Siliwangi)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …