Ini 4 Alasan Kusmayadi Habisi Janda Hamil

Surat DPO Agus. Foto: Polda Metro Jaya

Surat DPO Agus. Foto: Polda Metro Jaya

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Polda Metro Jaya sudah menangkap Kusmayadi alias Agus, tersangka pembunuhan atas Nur Atikah. Pelaku mutilasi terhadap janda yang sedang hamil itu dibekuk di sebuah rumah makan di‎ Jalan Masrip Nomor 9, Karang Tilang, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/4).


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, Agus dan Atikah tinggal bersama di Desa Telagasari, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten sejak Agustus 2015. Tapi ternyata Atikah tahu bahwa Agus bukanlah bujangan.

“Belakangan korban mengetahui bahwa pelaku ini sudah memiliki istri,” kata Krishna saat dikonfirmasi, Kamis (21/4).

Pada bulan September, Atikah mulai terlambat datang bulan. Mengetahui itu, Nuri pun ingin cepat-cepat dinikahi Agus.

Namun, pelaku seakan-akan tidak menggubris permintaan korban. Keduanya pun akhirnya cekcok. Perselisihan pun semakin memuncak hingga akhirnya Agus kalap dan menghabisi Nuri pada 13 April lalu.

Menurut Krishna, pelaku punya empat alasan sehingga menghabisi Nuri. Yang pertama karena Nuri sering marah karena jatah uang kurang.

Kedua, Nuri minta status yang jelas tentang hubungannya dengan pelaku. Ketiga, Nuri minta agar orang tua Agus segera melamarnya ke keluarganya di Malimping, Banten. “Terakhir korban sering marah karena pelaku pulang telat,” tandas Krishna.

Sebelumnya Nuri ditemukan tewas di kontrakannya di Cikupa, Tangerang pada 13 April lalu. Kondisinya sangat mengenaskan. Beberapa bagian tubuhnya ditemukan terpisah.

Agus  ‎memutilasi organ tubuh Nuri menjadi lima bagian. Ini dilakukannya usai melihat Nuri sudah tak bernyawa setelah ia memiting leher korban selama 30 menit.

‎Lantaran ketakutan, Agus sempat meminta rekannya berisial IR untuk membuang sebagian potongan tubuh kekasihnya itu di sebuah sungai di daerah Cikupa, Kabupaten Tanggerang.

Menurut Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, pelaku menggunakan benda tajam untuk memotongi tubuh korban menjadi lima bagian.

Pelaku gunakan golok yang ada di bawah televisi, dan memutilasi badan korban menjadi lima bagian,” ujar dia.

Sebelum membunuh Nuri, pelaku sempat menanyakan kepada rekannya apakah membunuh orang itu berdosa. “Sempat bertanya kepada V (teman pelaku) bila membunuh orang dosa besar atau tidak,” tutur pria yang akrab disapa Herimen itu.

Usai memutilasi Nuri, lantas pelaku meminta tolong kepada rekannya untuk diantar ke sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) yang tak jauh dari tempat tinggal pelaku di Desa Telagsari, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Potongan tangan dibuang di TPS Bugel, Tiga Raksa, Kabupaten Tanggerang,” imbuhnya.

Sedangkan potongan kaki yang belum ditemukan hingga hari ini, pelaku dan rekannya membuangnya di sungai yang letaknya tak jauh dari TPS.

“Untuk potongan kaki dibuang di sungai Surya Toto, di Desa Cibadak, Kabupaten Tanggerang,” pungkas Herimen.(Mg4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds