Dirut PD Pasar Bermatabat Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Rinal Siswadi

Rinal Siswadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Bermartabat, Rinal Siswadi membenarkan kabar pengunduran dirnya.


“Saya memutuskan mengundurkan diri per 23 Maret, namun surat tertulis secara resmi saya berikan kepada wali kota pada 21 April,” ujar Rinal kepada wartawan, Jumat (22/4).

Rinal memutuskan mengundurkan diri dikarenakan tidak ada kejelasan posisinya sejak Wali Kota Bandung memberhentikannya sementara dari jabatan Dirut.
Sedangkan berdasarkan Perda No 2 tahun 2012, tentang PD Pasar, 30 hari sejak diberhentikan sementara, harus ada sidang pengawas untuk menentukan posisi selanjutnya.

“Jika sidang penentuan itu tidak dilakukan, maka pemberhentian sementara yang diberlakukan wali kota gugur demi hukum,” terang Rinal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan sementara PD Pasar Rinal Siswadi pada 4 Februari. Namun, hingga 4 Maret belum ada sidang Pengawas yang menentukan kelanjutan posisi Rinal.

“Saya pernah menanyakan secara pribadi kepada wali kota mengenai kelanjutan ini. Namun, hingga saya akhirnya mengundurkan diri, belum ada konfirmasi apapun,” paparnya.

Karenanya, untuk menjaga kondusifitas di lingkungan internal PD Pasar, agar bisa memberikan pelayanan kepada pedagang dan masyarakat, Rinal memilih mengundurkan diri. Posisi Dirut sekarang dijabat oleh pejabat sementara (pjs), sedangkan pjs tidak boleh mengeluarkan kebijakan strategis. Sehingga ini akan menghambat pelayanan.

“Jika secara intern saja sudah berantakan, bagaimana bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pedagang,” tegasnya.

Selain itu, Rinal juga ingin berkonsentrasi mengurus keluarganya. Karena selama ini merasa porsinya untuk keluarga banyak berkurang.

“Saya ingin mengembalikan waktu keluarga yang sempat teralihkan,” tambahnya.

Rinal juga mengatakan, kini tengah merintis usaha baru di bidang pertanian dan agrobisnis. Disinggung masalah perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga yang dinilai banyak merugikan Pemkot Bandung, Rinal mengatakan harus mengubah kerjasama tersebut.

“Selama ini bentuk kerjasamanya kan BOT, ya kalau sistem BOT ya seperti itu, melihat kondisi pasar saat perjanjian ditandatangani,” terangnya.

Jika Pemkot ingin untung yang lebih banyak, maka perjanjian harus dalam bentuk kerjasama operasional (KSO).

“Atau kalau mau ya bangun saja pasarnya dengan dana APBD, pasti untungnya lebih besar,” katanya.

Sebenarnya, kata Rinal, kerjasama dengan pihak ketiga dalam bentuk BOT tidak merugikan, walaupun tidak banyak menguntungkan dari segi rupiah.
Jika dilihat dari sisi lain, Pemkot jadi punya gedung, dan layanan kepada masyarakat jadi terpenuhi.

“Melayani masyarakat kan tanggungjawab pemkot, tapi kini tugas tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga,” terangnya.

Untuk direksi baru, Rinal menitipkan agar segera mengurus sertifikasi lahan. Berdasarkan catatan Rinal baru 13 pasar yang lahannya sudah disertifikasi, sedangkan 27 sisanya belum sah menjadi milik PD Pasar.

“Serifikasi ini, untuk ketenangan investasi nantinya,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds