Tiga Jembatan di 2 Kecamatan KBB Nyaris Ambruk Diterjang Banjir Bandang

Jembatan nyaris ambruk di KBB. (habibie)

Jembatan nyaris ambruk di KBB. (habibie)

 


POJOKBANDUNG.com, SINDANGKERTA–Sebanyak tiga jembatan penghubung di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Sindangkerta mengalami rusak parah dan nyaris ambruk setelah banjir bandang luapan sungai Ciminyak menerjang sejumlah titik di kedua kecamatan tersebut pada Rabu (20/4) malam. Banjir bandang tersebut, juga merusak puluhan hektare sawah dan tiga rumah milik warga.

Meski tidak ada korban jiwa, banjir bandang yang menerjang sejumlah titik di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Sindangkerta menyebabkan kerusakan tanaman padi milik warga yang baru ditanaminya seminggu lalu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jembatan di Kampung Bonceret Desa Rancapanggung kondisinya rusak parah. Untuk menghindari warga melintasi jembatan itu, petugas polisi memasang garis polisi. Akibat terjangan banjir, posisi jembatan menjadi miring. Bahkan, besi penopang di ujung jembatan bergeser dan nyaris ambruk ke dasar sungai.

Sedangkan di lokasi jembatan kedua, jembatan yang telah rusak, oleh warga dibangun kembali. Dengan memanfaatkan pondasi yang masih berdiri, warga membangun kembali sebuah jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu.

Jembatan yang rusak pertama berlokasi di RT 6/10, Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin. Jembatan tersebut memiliki panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi dari permukaan air sungai 6 meter. Jembatan berstatus jalan desa tersebut, selain bisa dilalui kendaraan roda empat, juga menjadi penghubung utama bagi warga di sejumlah kampung yang hendak menuju ke jalan Raya Cililin.

Jembatan tersebut, menghubungkan Kampung Pabuaran, Kampung Ciseuseup dan Kampung Bonjot menuju ke kampung Bonceret di desa Rancapanggung Kecamatan Cililin. Selain itu, jembatan itu juga menjadi penghubung untuk Kampung Bunigara dan Kampung Citawa di Kecamatan Sindangkerta menuju ke Kampung Bonceret di Desa Ranca Panggung, Kecamatan Cililin.

Sedangkan jembatan kedua yang rusak berlokasi di Kampung Nangewer Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta yang memiliki panjang 8 meter dengan lebar 1 meter. Meski jembatan itu hanya bisa diakses kendaraan roda dua namun jembatan itu juga menjadi jalan penghubung utama bagi warga. Jalan tersebut menghubungkan kampung Pasir peundeuy, Kampung Narogong dan Kampung Pasir Tengah dengan Kampung Nangawer di Kecamatan Sindangkerta.

Jembatan ketiga yang rusak berlokasi di Kampung Pasir Eurih RT 03/03 Desa Wangunsari Kecamatan Sindangkerta. Jembatan tersebut menjadi penghubung bagi Kampung Pasir Eurih dengan Kampung Pisamaya RT 05/03 Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta.

Kapolsek Cililin AKP Dedy T Sunarya mengatakan, banjir bandang luapan sungai Ciminyak yang menerjang sejumlah tempat di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Sindangkerta ini terjadi sekitar pukul 17.30. Tingginya intensitas hujan menyebabkan sungai Ciminyak meluap. Meski tidak ada korban jiwa, namun luapan sungai telah menggerus lapisan tanah di sekitaran lokasi jembatan.

“Karena lapisan tanah terus tergerus menyebabkan posisi jembatan lambat laun bergeser, miring dan nyaris saja ambruk,” ungkap Dedy di lokasi, Kamis (21/4).

Dedy mengatakan, sebagai upaya antisipasi timbulnya korban, pihaknya telah memasang garis polisi sebagai tanda larangan kepada warga yang hendak melintasi jembatan itu.

“Warga untuk saat ini dilarang melintasi jembatan itu, karena besi penyangga di mulut sungai hanya tinggal 4 centimeter saja menopangnya, jadi kemungkinan ambruk sangat rentan,” terang Dedy.

Untuk itu, kata Dedy, pihaknya bersama Muspika telah sepakat, warga yang akan melintas ke kampung tetangga untuk sementara ini akan dibuatkan sebuah rakit dari bambu. “Warga yang akan melintas untuk sementara waktu akan dibuatkan rakit,” ujarnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …