Soal PPDB, Disdik Kota Bandung Akan buat Perwal Baru

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) PPDB baru. Terkait itu, Disdik Kota Bandung akan mengadakan uji publik.


“Kami adakan dengar pendapat dengan semua stakeholder, untuk mendapatkan masukan mengenai draft raperwal,” ujar Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sediapermana, kepada wartawan, Rabu (20/4).

Elih mengatakan, setelah uji publik ini, Perwal akan ditandatangani pada 14 Mei untuk segera disosialisasikan. Untuk mensosialisasikan Perwal baru ini, Elih mengatakan, pihaknya akan mengundang orang tua siswa kelas 6 dan 9.

“Nanti para orang tua akan diberikan pengarahan dan sosialisasi, oleh tim kami. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi,” tegasnya.

Hal-hal yang diubah dari Perwal sebelumnya, adalah dihilangkannya tim pleno. Khusus untuk jalur afirmasi, lanjut Elih, penggunaan data siswa mampu dan tidak mampu akan menggunakan data yang sudah ada, baik dari data raskin atau Perwal data warga miskin.

“Namun, untuk warga tidak mampu yang tidak terakomodir, maka akan menggunakan SKTM,” tambahnya.

Selain itu, karena dari pihak kecamatan dan kelurahan mengaku tidak mengeluarkan SKTM, makanya pendataan siswa tidak mampu akan dilakukan oleh pihak sekolah asal.

“Jadi debat dan uji publik tentang siswa mampu dan tidak mampu, dilakukan di sekolah, tidak di forum terbuka,” terangnya.

Sedangkan untuk warga tidak mampu di setiap sekolah, masih sama 20 persen. Elih menambahkan, pihaknya meminta kepada sekolah swasta, agar bisa memfasilitasi jalur afirmasi yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Karenanya, kami akan mengawal siswa yang daftar melalui jalur afirmasi, namun tidak diterima,” terangnya.

Elih menegaskan, pihaknya meminta kepada sekolah, agar penutupan pendaftaran tidak lebih dulu dari jadwal sekolah negeri. Agar swasta bisa memfasilitasi siswa tidak mampu. Bicara mengenai kuota luar kota, Elih mengatakan, masih 10 persen.

“Nanti akan ada pembicaraan antara Pak Wali (wali kota Bandung, red) dengan pak Bupati (Bupati Bandung, red). Tapi belum ada waktu yang pas,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds