Peralatan Minim, Atlet Senam Jabar Latihan di Beberapa Tempat

Salah seorang atlet terlihat sedang latihan untuk menjaga keseimbangan badannya.

Salah seorang atlet terlihat sedang latihan untuk menjaga keseimbangan badannya.

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 18 atlet senam Pelatda-PON Jabar pada April 2016 akan disebar ke beberapa provinsi untuk menjalani serangkaian latihan sebagai persiapan menghadapi PON/ XIX 2016 Jabar. Adapun daerah yang dipilih diantaranya, Provinsi Palembang dan Jawa Timur, hal tersebut dilakukan mengingat peralatan di Jabar tidak layak digunakan karena masih menggunakan yang dulu yakni 1980.

Kepala pelatih senam Pelatda-PON Jabar, Helmy Firmansyah menerangkan, keberangkatan para atlet ke luar daerah akan dibagi menjadi 4 disiplin senam, yaitu 5 atlet artistik putra akan berangkat ke Palembang pada 25 April-24 Mei 2016, lalu 5 atlet artistik putri akan berangkat ke Jawa Timur pada 1-12 Mei, kemudian 4 atlet aerobik dan 3 atlet ritmik akan berangkat ke Jakarta.

“Keberangkatan atlet ke DKI masih proses pembahasan dan menunggu sinyal kapan bisa datang ke sana, kemudian pengaturan jadwal juga masih diurus. Kami inginnya semua berangkat berbarengan pada April 2016,” ucapnya kepada radar bandung saat ditemui di Jalan Tera Kota Bandung, (19/4) malam.

Kemudian kenapa harus memilih Palembang. Menurut dia, peralatan di kota yang terkenal dengan pangan pem-pek tersebut memiliki kualitas standar Internasional yakni bekas Sea Game beberapa tahun lalu. Setidaknya cukup baik untuk latihan dan bisa meningkatkan kualitas para atlet Pelatda-PON Jabar.

“Peralatan di Jabar usianya sudah tua, pengadaanyapun itu sejak tahun 1980. Sekarang belum ada alat yang baru,” ucapnya.

Ketika dimintai informasi, bila berlatih di luar apakah kekuatan Jabar bisa terlihat oleh lawan. Helmi menyebut, meski diketahui oleh provinsi lain sejauh mana kekuatan atlet Jabar, hal demikian tidak jadi masalah, malah bisa menghasilkan sisi positifnya yakni sebagai ajang penilaian kekuatan atlet luar sebagai koreksi untuk atlet Jabar.

“Kalau cabor senam kurang lebih 1 tahun perkembangannya baru bisa diketahui, jadi bila mau dinilai silakan saja, bahkan kemungkinan bisa berubah secara drastis kemampuannya,” tuturnya.

Ironi memang bila Jabar sebagai tuan rumah PON/ XIX, cabornya harus berlatih ke provinsi lain hanya untuk memantapkan kemampuan atlet dengan ditunjang peralatan yang memadai.

Terpisah, Sekertaris umum (Sekum) Persani Jabar, Etor Suwandar menanggapi kondisi sarana peralatan para atlet. Menurut dia, sebenarnya untuk pengadaan peralatan sudah beberapa kali diajukan kepada pihak terkait.

“Kami sudah berikan e-katalog berupa merk dan harga, tapi belum ada peralatan yang datang sampai saat ini,” terangnya.

Etor menambahkan, setelah beberapa kali melakukan pertemuan meskipun alot dan berjalan lamban, informasi terakhir pada Juli 2015 peralatan baru bisa didatangkan ke Jabar.

“Hitungannya begini, Juli 2016 datang alat kemudian September sudah PON. Artinya 1 bulan bisa digunakan secara optimal,” imbuhnya.

Meski demikian, Etor tetap optimis bahwa atlet senam Pelatda-PON Jabar bisa menjadi juara saat saat pesta olahraga multi even empat tahunan tersebut, meskipun kondisi peralatan serba minim.

“Cara mensiasati kendala itu, alternatifnya para atlet kita pecah latihan ke beberapa daerah sebelum peralatan yang baru datang,” tandasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …