Ketum GMBI Menduga Fortuner untuk Tutup Kasus Besar

Moh Fauzan Rachman

Moh Fauzan Rachman

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pengadaan mobil dinas baru Toyota Fortuner untuk 100 anggota DPRD Jabar kian menuai protes. Ini kali sorotan dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman menegaskan, pengajuan anggaran Rp 50 miliar untuk 95 unit Toyota Fortuner yang diajukan dewan dan Biro Pengelolaan Barang Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melukai hati masyarakat Jabar.

“Jangan sampai kejadian ini seperti kasus Kavlinggate yang bisa memunculkan Fortuner-gaet. Daripada anggaran besar itu untuk beli Fortuner lebih baik dana tersebut diberikan kepada kabupaten/kota yang sampai saat ini masih banyak bencana alam dan sangat membutukan dana. Selain itu, untuk menopang daerah supaya lebih maju,” tegas Fauzan saat ditemui koran ini di Kantor DPP LSM GMBI, Jl Dalem Kaum, Bandung, Selasa (19/4).

Fauzan mempertanyakan manfaat pengadaan mobil dinas tersebut. “Atau jangan sampai ini hanya bagi-bagi rezeki di penghujung jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Sebab, pengadaan Fortuner ini tidak ujug-ujug datang, tapi ada pihak yang merencanakan dan mengusulkan serta pihak penikmat,” tambah Fauzan.
Bahkan, Fauzan menduga pengadaan Fortuner tersebut untuk menutupi kasus besar yang ada Pemprov Jabar. “Kajian dari kami sepertinya terjadi bancakan untuk mengamankan kasus besar yang sampai hari ini masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.

Menurut dia, anggaran wah tersebut sebaiknya dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat Jabar, dibandingkan dialokasikan untuk pengadaan Fortuner. “Intinya konsep kepedulian kepada masyarakat dari Pemprov Jabar dan dewan hanya dijadikan alasan untuk mendongkrak popularitas saja,” tandas Fauzan. (man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …