Jabar Targetkan 80 IB Sapi Pasundan per Tahun

ilustrasi Sapi Pasundan

ilustrasi Sapi Pasundan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan 80 ribu inseminasi buatan (IB) untuk sapi Pasundan dalam setiap tahunnya. Dengan jumlah tersebut, diharapkan populasi sapi khas Jabar ini bertambah sekitar 10 persen dalam setiap tahunnya.


Kepala Dinas Peternakan Jabar Dody F. Nugraha mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyiapkan petugas untuk melakukan IB tersebut. Bahkan, penyuntikan ini diberikan secara gratis bagi kelompok peternak yang menginginkannya.

“Kalau petugas IB dari kita adalah PNS, itu tidak bayar, karena PNS ini melekat pada tugasnya. Yang bayar itu yang swasta, ada komitmen dengan peternak, berapa (biayanya) sampai melahirkan,” kata Dody usai meluncurkan hasil penelitian Badan Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BP3 IPTEK) Jabar bekerjasama dengan Unpad, UI, IPB, dan ITB, di Ciamis, Selasa (19/4).

Dalam acara yang dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketua Komisi II DPRD Jabar Ridho Budiman itu, BP3 IPTEK memublikasikan hasil penelitiannya terkait pemurnian DNA sapi Pasundan, great grand parent stock itik rambon (ras asli milik Cirebon), dan ayam sentul debu yang ketiganya merupakan khas Jabar. Dody menjelaskan, dari 80 ribu IB, belum tentu bisa berhasil semuanya.

Sebab, kata dia, rata-rata sapi akan berhasil setelah dua kali disuntik IB. “Bahkan bisa tiga kali (baru berhasil), tergantung kondisi kesehatan sapi,” katanya.

Kendati begitu, Dody mengakui, pihaknya belum berorientasi pada penambahan populasi sapi Pasundan. Saat ini, pihaknya akan fokus pada proses pemurnian DNA hewan ternak tersebut.

“Berpikirnya untuk pemurnian (DNA) sapi Pasundan sampai titik 100 persen. Kalau sekarang 93 persen. Tapi sambil berjalan, kita juga upayakan pengembangbiakan,” katanya.

Dody menuturkan, jumlah sapi Pasundan saat ini mencapai 40 ribu ekor yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Jabar. Angka ini diakui Dody masih kecil terutama jika dibandingkan dengan jumlah konsumsi sapi Jabar.

Adapun jumlah keseluruhan sapi di Jabar mencapai sekitar 480 ribu ekor. “Kemampuan kita sekitar 20-30 persen, sisanya didatangkan dari daerah lain,” katanya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyambut baik adanya kerjasama tersebut. Terlebih, kata Heryawan, inovasi teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan produktifitas pangan.

Menurut Heryawan, saat ini Indonesia sangat bergantung kepada pasokan pangan dari luar negeri. Ini mencerminkan rendahnya produktifitas pangan dalam negeri.

Di sisi lain, jumlah penduduk terus meningkat dari tahun ke tahunnya. “Kita di-‘nina bobo’-kan oleh impor sapi, kacang kedelai, 80 persen tahu tempe berasal dari impor. Kalau tak menggunakan IPTEK, khawatir daya dukung lingkungan kita untuk memenuhi kebutuhan akan terbatas,” katanya.

Heryawan menambahkan, kualitas hewan ternak khas Jabar tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Sapi Pasundan, katanya, memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mudah beradaptasi.

“Ayam kampung biasanya 5-6 bulan baru bisa dipotong. Kalau Rambon ini dua bulan 10 hari sudah bisa dipotong,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Cara Memperbarui Whatsapp GB

POJOKBANDUNG.com–DENGAN menggunakan whatsapp GB tentu akan mendapatkan banyak fitur yang tidak di miliki whatsapp resmi. Pengguna dapat menginstalnya melalui berbagai …