Aher Minta KPU Hitung Ulang Biaya Pilgub

Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar menghitung kembali kebutuhan anggaran untuk Pemilihan Gubernur Jabar 2018 mendatang. Angka Rp 3 triliun yang diusulkan KPU Jabar terlalu besar atau naik 100 persen lebih dibanding Pilgub 2013 lalu.


Heryawan pun berencana bertemu KPU Jabar untuk membahas kembali hal tersebut. “Saya juga melihat terlalu besar. Makanya kita harus kumpul lagi, harus dihitung bersama-sama. Berapa sesungguhnya?” kata Heryawan usai memublikasikan hasil penelitian Badan Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BP3 IPTEK) Jabar, di Ciamis, Selasa (19/4).

Pada Pilgub Jabar 2013 lalu, kata Heryawan, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 1,04 triliun. Jumlah itu pun disiapkan untuk dua putaran pilgub.

“Yang jelas kita meresponsnya dengan sangat hati-hati, karena sangat terlalu besar kenaikannya,” tegas Heryawan. Seharusnya, Pilgub Jabar 2018 ini bisa dilakukan dengan biaya yang lebih murah dibanding dengan agenda serupa pada 2013 silam.

Sebab, pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 ini dilakukan bersamaan dengan pemilihan bupati/wali kota 16 kabupaten/kota di Jabar. “Biaya-biaya logistik kan sebetulnya bisa berbagi (dengan kabupaten/kota), karena (pilkada) bupati/wali kota juga ada 16 yang melaksanakan. Kan kotak suara itu-itu juga, ya kan. Bilik suara itu-itu juga, kita bisa bersama-sama di bilik suara, di kotak suara, ya kan. Kita bisa bersama-sama di biaya KPPS, honor kan. Kan dalam satu kesatuan,” kata Heryawan.

Selain itu, lanjut Heryawan, KPU Jabar pun hanya menanggung biaya alat peraga yang tidak terlalu banyak. Masing-masing kandidat, kata Heryawan, hanya dibolehkan memiliki dua alat peraga di setiap keluarahan, itu pun berada dalam satu tempat yang sama dengan kandidat lainnya.

“Padahal sekarang penambahannya kan hanya penambahan kampanye bersama, hanya baligo-baligo atau alat-alat peraga secara bersama-sama. Itu jumlahnya kecil, per kelurahan hanya dua. Kalau individu (pasangan calon) masing-masing dibolehkan, kan bisa puluhan kan satu kelurahan,” katanya.

Heryawan pun kembali menegaskan perlunya koreksi terkait hitungan KPU Jabar tersebut. “Yang jelas hitung-hitungan KPU tentu perlu dikoreksi secara bersama-sama. Nanti hasil koreksinya berapa, ya kita sepakati yang itu, yang hasil koreksi,” katanya.

Meski begitu, Heryawan mengaku akan mempersiapkan anggaran untuk Pilgub Jabar 2018 sebaik mungkin. Pihaknya akan menyicil kebutuhan anggaran ajang politik tersebut mulai tahun depan.

“Tahun 2017 kita mulai menabung, mungkin sekitar 600 miliar (rupiah). 500-600 miliar, 2018 kita full-kan seluruhnya. Enggak mungkin sekaligus,” katanya.

Disinggung perlunya Pemprov Jabar melakukan efisiensi anggaran untuk Pilgub Jabar 2018, Heryawan tidak membantahnya. “Pasti, ya pasti. Makanya saat KPU kemudian mengajukan sebesar itu, pemprov tidak akan menerima langsung. Kita juga akan sangat hati-hati. Cuma sekarang kita sudah mulai menabung,” katanya.

Sementara itu, disinggung bisa atau tidaknya APBN membiayai ajang pilkada, Heryawan tidak mengetahui aturan pastinya. “Kurang paham. Tapi kalau pusat membantu dengan dana APBN untuk pelaksanaan pilkada serentak, ya bagus saja, kita terima. Tapi selama ini kan tidak terjadi, pilkada serentak biasanya dibiayai oleh pemerintah setempat,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …