Ribuan Personil Kota Bandung Siap Lakukan Operasi Terpadu

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memimpin Apel Besar dalam rangka Operasi Penertiban Terpadu Bandung Juara 2016 di Lapang Tegal Lega Bandung, Senin (18/4/2016).


Apel operasi penertiban terpadu Bandung Juara ini bertujuan untuk terciptanya perilaku masyarakat dan badan hukum yang senantiasa menaati peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, sehingga Kota Bandung yang tertib, nyaman, unggul dan sejahtera serta dapat terwujudnya kerjasama dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah.

Tujuannya yaitu untuk menegakan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah di wilayah Kota Bandung sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat dalam kehidupan warga yang disiplin, tertib dan teratur. “Operasi ini dilakukan siang dan malam, ada 1.031 personil yang terlibat dalam penertiban terpadu Kota Bandung ini yaitu diantaranya lintas gabungan seperti Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan, Dinas sosial, para camat dan lurah yang ada di Kota Bandung,” ujar lelaki yang akrab disapa Emil ini.

Selain PKL, lanjut Emil, periksa juga perijinan yang berada di tempat karaoke, kos-kosan dan tempat-tempat hiburan lainnya. “Kita harus jadikan Kota Bandung yang tertib untuk Bandung yang juara nyaman dan sejahtera,” tambahnya.

Penertiban ini dilakukan setiap hari selama tiga bulan. Setiap penertiban ini harus ada laporan dan berita. Kemudian kita pertanggung jawabkan dan Bandung akan menjadi lebih baik. “Target dalam penertiban terpadu ini yaitu masyarakat paham bahwa sekarang semua harus tertib di sektor seluruh Kota Bandung,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk mengatasi PMKS (Penyakit Masyarakat Kesejahteraan Sosial) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, akan pantau 15 titik rawan. “Kami menentukan15 titik pantau ini, karena kami anggap paling rawan PMKS,” ujar Kepala Dinsos Kota Bandung, Ajie Sugiyat.

Ke15 titik pantau tersebut diantaranya, perempatan Pasteur, JL Dago, JL Pasirkaliki, JL A Yani dan JL Gatsu. “Kami menempatkan petugas rompi merah, yang merupakan gabungan dari aparat Kepolisian, Dinsos, Linmas, Satpol PP dan TNI,” paparnya.

Di satu titik, ditempatkan 2-6 orang petugas. Ajie mengaku jumlahnya memang tidak bisa banyak, karena keterbatasan personel. “Kalau akhir pekan, anggotanya standbye. Kami kan hanya punya 115 orang anggota rompi merah, jadi ya dimaksimalkan yang ada,” terangnya.

Menurut Ajie, penjangkauan seperti ini cukup efektif. Karena, menurutnya sekarang tidak ada PMKS asal Kota Bandung. “Tapi kalau yang bukan Kota Bandung ya kita belum tahu,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds