Warga Minta Pemkab Bandung Barat Segera Perbaiki Area Longsor

Warga menyaksikan rumah yang ambruk tergerus longsor di jalan Sersan Bajuri Parongpong. (habibie)

Warga menyaksikan rumah yang ambruk tergerus longsor di jalan Sersan Bajuri Parongpong. (habibie)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG--Sejumlah warga meminta Pemkab Bandung Barat dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk segera memperbaiki lokasi longsor yang terjadi di pinggir Jalan Sersan Bajuri, RW 1 RW 6, Kampung/Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (12/4) tengah malam. Pasalnya, warga khawatir kondisinya akan semakin parah apabila dibiarkan terus seperti saat ini terutama pada saat turun hujan.


Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, lokasi longsor masih tampak dipasangi garis polisi. Sementara arus kendaraan sendiri cukup terhitung ramai. Selain itu terlihat sisi jalan termakan habis oleh longsor hampir mengenai badan jalan tersebut, membuat retakan di jalan.

Menurut Ketua RT 1 Kampung Cihideung Ujang Ahmad, warga meminta kepada Pekab Bandung Barat dalam hal ini dinas terkait untuk sesegera mungkin melakukan penanganan di lokasi longsor yang hampir memakan badan jalan tersebut. Karena, jika kondisinya dibiarkan seperti sekarang ini maka kejadian longsor di tempat yang sama bukan tidak mungkin terjadi lagi.

“Iya semuah khawatir bukan hanya warga setempat, tetapi pengguna jalan juga pasti khawatir, karena jalan ini ‘kan sering dilalui kendaraan, apalagi kalau hari libur, kendaraan bisa dari mana-mana,” kata Ujang kepada wartawan, Minggu (18/4).

Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama para tokoh dan kepala desa untuk membahas penanganan lokasi longsor tersebut.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan para tokoh dan kepala desa, sedangkan untuk hasilnya, nanti lihat saja bagaimana keputusannya,” ucapnya.

Selain itu, menurut salah seorang warga, Asep Permana (40), jika kondisinya dibiarkan terus seperti ini, maka dikhawatirkan saat turun hujan akan menggerus bahu jalan.

“Ya kita minta kepada Pemerintah daerah agar secepatnya dibetulkan karena kalau hujan deras maka akan tergerus kembali, karena kalau akhir pekan jumlah kendaraan bisa meningkat sehingga membuat jalan semakin terbebani sehingga dapat membuat longsor tambahan,” ujarnya.

Kepala Desa Cihideung Ayi Kosasih berharap, secepatnya ada tindak lanjut dari dinas terkait penanganan lokasi longsor. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima kabar terkait langkah apa yang akan dilakukan oleh dinas berwenang.

“Kami juga belum tahu mau bagaimana penanganannya, karena ini masalahnya dengan jalan dan tata ruang, saya khawatir aja kalau hujan bisa semakin parah,” katanya.

Untuk sementara ini, kata dia, di lokasi longsor baru dipasangi sebuah paralon untuk mengalirkan air agar saat hujan datang tidak sampai menggerus tanah.

“Sekarang baru dipasangi paralon, biar bisa mengalirkan air dulu, tapi kalau tanah yang ditebing harus penanganan serius,” pungkasnya.

Seperti diketahui dalam kejadian longsor saat itu, meski tidak menelan korban jiwa namun dua warung tanaman hias milik Aso Somantri, 52, Odo Poniman ,65, dan Asep ,38 ikut roboh terseret oleh longsoran tanah dengan ketinggianencapai sekitar 100 meter dan lebarnya 15 meter. Akibatnya kejadian itu, ketiga pemilik warung tanaman hias tersebut mengalami kerugiaan hingga ratusan juta. Selain itu, longsor juga mengancam terputusnya akses jalan Sersan Bajuri. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …