Soal Potensi Geopark Ciletuh, Ini Target Pemprov Jabar di Tingkat Dunia

Kadisparbud Jabar melihat-lihat hasil produk wisata Geopark Ciletuh.

Kadisparbud Jabar melihat-lihat hasil produk wisata Geopark Ciletuh.

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan Geopark Ciletuh yang berada di Kabupaten Sukabumi menjadi taman bumi internasional pada 2017 mendatang. Pemprov akan terus mengembangkan potensi di lokasi tersebut agar terpilih menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, akhir tahun lalu Geopark Ciletuh sudah ditetapkan menjadi taman bumi nasional. Kini, pihaknya akan terus berbenah agar kawasan seluas 45 ribu hektare itu bisa terpilih menjadi UGG.

Oleh karena itu, pihaknya akan membentuk badan yang khusus mengelola taman bumi tersebut. Badan ini terdiri dari unsur Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi.

Selain itu, kata Heryawan, akses menuju Ciletuh akan diperbaiki agar memudahkan wisatawan. Tidak hanya jalur darat, ke depan pihaknya pun akan merevitalisasi keberadaan Bandara Perintis Citarate yang berlokasi di sekitar Ciletuh.

Heryawan optimistis, pengembangan ini akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Sebab, hal tersebut mendapat sambutan positif dari Kementerian Pariwisata.

“Gayung bersambut, kita sepakat mengembangkan kawasan Ciletuh,” kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung, pekan kemarin. Dengan begitu, pengembangan Ciletuh ini akan mendapat dukungan APBN.

“Biasanya porsinya lebih besar APBN,” katanya. Heryawan menuturkan, Kementerian Pariwisata ingin menjadikan Geopark Ciletuh sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata.

Dengan begitu, sejumlah keuntungan khususnya perekomian akan diperoleh warga sekitar. “Masyarakat akan mendapat value ekonomi yang tinggi. Dan itu dirasakan masyarakat secara langsung. Beda dengan (kawasan) industri), kalau industri value balik ke pemilik modal,” katanya.

Nantinya, kata Heryawan, wisatawan yang berkunjung ke Ciletuh akan mendatangkan nilai ekonomi seperti saat membeli barang, makanan, dan minuman di daerah tersebut. “Bukankah dengan banyaknya pengunjung, spending-nya meningkat,” katanya.

Lebih lanjut Heryawan katakan, Geopark Ciletuh memiliki tiga keragaman utama. Pertama, Ciletuh memiliki keragaman hayati (bio diversity) karena kaya akan pepohonan dan flora.

Kedua, Ciletuh memiliki keragaman geologi (geo diversity) karena terdapat banyak bebatuan yang berumur jutaan tahun. “Ada jenis-jenis tebing yang sangat indah,” katanya.

Ketiga, Ciletuh memiliki kaenekaragaman budaya yang berasal dari warga sekitar. “Keanekaragaman budaya tentu di Jabar tidak heran. Budaya-budaya lokal di situ tinggal dikembangkan, supaya jadi UGG,” katanya.

Selain itu, lanjut Heryawan, Ciletuh pun memiliki bentangan alam yang indah sepanjang 15 kilometer. “Ada sungai, ada sawah, ujungnya laut. Di sinilah nanti akan ada tempat pariwisata,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds