Pansus DPRD Jabar Kritisi Penempatan Pejabat di Pemprov

gedung DPRD Jabar

gedung DPRD Jabar

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Panitia Khusus DPRD Jawa Barat tentang Laporan Kinerja dan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jawa Barat 2015 akan mengkritisi penempatan pejabat struktural di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ini dilakukan karena dewan tidak ingin jika keberhasilan pembangunan hanya diukur dari jumlah serapan anggaran masing-masing OPD.

Anggota Pansus LKPj Gubernur 2015, Waras Wasisto, mengatakan, kinerja OPD tidak hanya dilihat dari besarnya serapan anggaran yang dilakukan. Suatu OPD bisa dikatakan berhasil jika program pembangunan yang dilakukannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, kata Waras, untuk mengoptimalkan kinerja OPD, diperlukan sumber daya manusia yang handal dan tepat di bidangnya masing-masing. “Tidak hanya serapan aggaran, tapi ke depan juga berharap OPD di Jabar ini ‘the right man in the right place’ (orang yang tepat di posisi yang tepat),” kata Waras saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (17/4).

Dengan begitu, tambah Waras, nantinya dewan akan mengusulkan pergantian pejabat di OPD yang kinerjanya tidak maksimal. “Walau enggak nyebut nama, akan diusulkan untuk diganti. Jadi kalau kinerja enggak bagus, jangan dibiarkan walaupun serapan (anggaran) bagus. Rata-rata serapan anggaran (OPD) di atas 90 persen. Kalau gitu serapannya jadi sumir,” katanya.

Menurut Waras, pihaknya tidak mau terpaku hanya ke dalam wilayah administratif saja. “Gubernur katakan dapat penghargaan anu, katakanlah WTP misalnya. Ini kan dalam wilayah administratif, tapi dalam tingkat pelaksanaan di lapangan kan belum tentu seperti itu,” katanya seraya menyebut usulan pergantian pejabat ini tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh dewan.

“Dulu enggak pernah ada (usulan pergantian) seperti itu. Besok akan kita coba masuk ke wilayah itu,” kata Waras.

Waras pun menyontohkan rotasi pejabat Pemprov Jabar yang dilakukan belum lama ini. “Contoh, ada kepala dinas bagus, tiba-tiba dalam mutasi kemarin dipindah. Kita juga engggak tahu alasanya kemarin apa. Apa ‘like dislike’? Apa kinerja? Kita akan buka (setelah pendalaman),” kata anggota Komisi IV ini.

Sementara itu, disinggung OPD mana saja yang mendapat catatan khusus dari Pansus LKPj 2015, Waras belum mau membeberkannya. Waras hanya menyebut Dinas Pemukiman dan Perumahan (Diskimrum); serta Dinas Perhubungan yang mendapat sorotan.

“Ada beberapa catatan yang kita soroti di OPD, kimrum dan perhubungan. Nanti tunggu hasil pendalamannya,” kata Waras.

Saat ini, Pansus LKPj sedang melakukan pendalaman dengan mengunjungi lapangan. Selain itu, mereka pun akan meminta masukan dari sejumlah pakar dan akademisi. “Akan kita undang pakar dari IPB, Unpad, dan Unpas,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds