Cabor Atletik Bukan Incar Medali, Melainkan Ini

logo PON

logo PON

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Berbeda dengan cabor lain, dimana saling berbondong-bondong menargetkan jumlah medali saat perhelatan PON Ke-XIX/ 2016 Jabar. Cabor atletik Pelatda-PON Jabar lebih memilih untuk menunjukan penampilan terbaik dibanding harus membenankan jumlah raihan medali yang harus diboyong kepada setiap atlet.

Sekertaris umum (Sekum) Persatuan atletik seluruh indonesia (Pasi) Jabar, Jucke Satria M Darma mengatakan, meskipun memiliki targetan medali yang harus dimenangkan saat PON/ XIX Jabar dirinya, tidak pernah membebankan kepada atlet mengenai jumlah raihan medali yang harus diboyong. Namun, lebih dari itu dia ingin mendorong melalui semangat dan dukungan kepada 47-atlet Pelatda-PON.

“Paling masing-masing atletnya memiliki targetan medali tinggal tugas kami yang memberikan semangat pada mereka untuk bisa tampil maksimal saat PON/ XIX. Contohnya, penuhi segala kebutuhan para atlet,” paparnya, Minggu (17/4).

Meski demikian, lanjut Jucke, Dirinya bisa memprediksi nomor mana saja yang bisa lolos saat PON/ XIX Jabar. Diantaranya, Jarak jauh putra, maraton, jarak cepat putra dan tolak peluru putri adapun nomor lain kemungkinan lolos menjadi juara bisa saja terjadi karena cabor atletik adalah olah raga terukur. Artinya, semakin rutin latihan maka kesempatan menjadi juara terbuka lebar.

“Saya lebih memilih atlet yang tidak disangka-sangka juara. Contohnya, sekarang kita prediksi jadi juara ternyata saat pertandingan ada atlet yang yang tiba-tiba menonjol, maka itu biasa kami sebut kuda hitam. Beberapa nama sudah ada dalam daftar kami,” terangnya.

Adapun daerah yang patut diantisipasi oleh Jabar khusus untuk cabor atletik saat perhelatan PON/ XIX, Jucke secara terbuka mengaku, saingan terberat adalah DKI Jakarta yang memiliki atlet Pelatnas nomor satu di Indonesia kategori lari nomor 5.000 dan 10.000 disusul Jawa Tengah yang menjadi juara bertahan.

“Kita lihat peta kekuatan dua provinsi tersebut dalam beberpa try out, kita ukur kemampuannya bisa tidak bila ditandingkan dengan atlet Jabar, setelah itu kita evaluasi dan cari solusi untuk melawannya,” tandasnya.(cr3).

Loading...

loading...

Feeds